Kesalahan Fatal Tata Bahasa Arab Dalam Al-Qur’an

Alquran adalah buatan manusia, bukan buatan Allah yang maha sempurna. Dengan kesempurnaan Allah, mustahil membuat kesalahan dalam susunan kata dan tata bahasa dalam sebuah bentuk kalimat yang serupa satu sama lain.

Alquran di klaim oleh penganut ajaran Islam sebagai sebuah kitab yang sempurna dan terjaga dari awal hingga akhir, kita akan mulai membahas beberapa ayat yang memiliki susunan yang serupa, dalam surat yang berbeda, yang membuktikan bagaimana sang “Allah” salah dalam ber-tata bahasa Arab, mari kita mulai dari yang pertama:

Saya akan tuliskan bentuk kalimat per kalimat agar mudah di pahami.

KITA BACA Surah Al Maeda ayat 69

إِنَّ

الَّذِينَ آمَنُواْ وَالَّذِينَ هَادُواْ وَالصَّابِئُونَ وَالنَّصَارَى

مَنْ آمَنَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وعَمِلَ صَالِحًا فَلاَ خَوْفٌ

عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ
Inna allatheena amanoo waallatheena hadoo waalssabioona waalnnasara man amana biAllahi waalyawmi alakhiri waAAamila salihan fala khawfun AAalayhim wala hum yahzanoona

= Sesungguhnya orang-orang mu’min, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (di antara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. PERHATIKAN KALIMAT INI

الَّذِينَ آمَنُواْ وَالَّذِينَ هَادُواْ وَالصَّابِئُونَ وَالنَّصَارَى

allatheena amanoo waallatheena hadoo waalssabioona waalnnasara
DAN PERHATIKAN DUA KATA INI

وَالصَّابِئُونَ وَالنَّصَارَى

waalssabioona waalnnasara

SEKARANG KITA BACA Surah Al Baqara ayat 62

إِنَّ

الَّذِينَ آمَنُواْ وَالَّذِينَ هَادُواْ وَالنَّصَارَى وَالصَّابِئِينَ

مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحاً فَلَهُمْ

أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ

يَحْزَنُونَ
Inna allatheena amanoo waallatheena hadoo waalnnasara waalssabieena man amana biAllahi waalyawmi alakhiri waAAamila salihan falahum ajruhum AAinda rabbihim wala khawfun AAalayhim wala hum yahzanoona

= Sesungguhnya orang-orang mu’min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin , siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah , hari kemudian dan beramal saleh , mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
PERHATIKAN KALIMAT INI

الَّذِينَ آمَنُواْ وَالَّذِينَ هَادُواْ وَالنَّصَارَى وَالصَّابِئِينَ

allatheena amanoo waallatheena hadoo waalnnasara waalssabieena
DAN PERHATIKAN DUA KATA INI

وَالنَّصَارَى وَالصَّابِئِينَ

waalnnasara waalssabieena

TERAKHIR KITA BACA

Surah Al Hajj ayat 17

إِنَّ

الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالصَّابِئِينَ وَالنَّصَارَى

وَالْمَجُوسَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا إِنَّ اللَّهَ يَفْصِلُ بَيْنَهُمْ

يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ
Inna allatheena amanoo waallatheena hadoo waalssabieena waalnnasara waalmajoosa waallatheena ashrakoo inna Allaha yafsilu baynahum yawma alqiyamati inna Allaha AAala kulli shayin shaheedun

= Sesungguhnya orang-orang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Shaabiiin orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan orang-orang musyrik, Allah akan memberi keputusan di antara mereka pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu.

PERHATIKAN KALIMAT INI

الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالصَّابِئِينَ وَالنَّصَارَى

allatheena amanoo waallatheena hadoo waalssabieena waalnnasara DAN PERHATIKAN DUA KATA INI

وَالصَّابِئِينَ وَالنَّصَارَى

waalssabieena waalnnasara PEMBAHASAN

Mari kita bandingkan ketiga ayat tersebut: Surah Al Maeda ayat 69

الَّذِينَ آمَنُواْ وَالَّذِينَ هَادُواْ وَالصَّابِئُونَ وَالنَّصَارَى

allatheena amanoo waallatheena hadoo waalssabioona waalnnasara Surah Al Baqara ayat 62

الَّذِينَ آمَنُواْ وَالَّذِينَ هَادُواْ وَالنَّصَارَى وَالصَّابِئِينَ

allatheena amanoo waallatheena hadoo waalnnasara waalssabieena Surah Al Hajj ayat 17

الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالصَّابِئِينَ وَالنَّصَارَى

allatheena amanoo waallatheena hadoo waalssabieena waalnnasara LALU BANDINGKAN Surah Al Maeda ayat 69

وَالصَّابِئُونَ وَالنَّصَارَى

waalssabioona waalnnasara Surah Al Baqara ayat 62

وَالنَّصَارَى وَالصَّابِئِينَ

waalnnasara waalssabieena Surah Al Hajj ayat 17

وَالصَّابِئِينَ وَالنَّصَارَى

waalssabieena waalnnasara TERAKHIR BANDINGKAN Surah Al Maeda ayat 69

وَالصَّابِئُونَ

waalssabioona Surah Al Baqara ayat 62

وَالصَّابِئِينَ

waalssabieena Surah Al Hajj ayat 17

وَالصَّابِئِينَ

waalssabieena

Kita teliti, bagaimana sebuah kerangka kalimat yang serupa dalam ketiga ayat tersebut membuat sebuah kata yaitu وَالصَّابِئِين menjadi berbeda, yang didalam tata bahasa Arab, pengucapan sebentuk kata mempengaruhi arti, kategori tenses dan fungsi nya.

Bentuk kata “waalssabioona” ini adalah sebuah kesalahan tata bahasa Arab yang sangat jelas terlihat, karena pemberian tanda “waw” sehingga dengan pengucapan “oo” dalam bahasa Indonesia dibaca “uu” dalam kata “waalssabioona” menjadikan kalimat dalam surat Al Maeda ayat 69 masuk kategori “raf’a”.

Sedangkan kata waalssabieena mendapat pemberian tanda “yeh” sehingga diucapkan “ee” dalam bahasa Indonesia dibaca “ii”, dalam kata waalssabieena menjadikan kalimat dalam surat Al Baqara ayat 62 dan surat Al Hajj ayat 17 masuk kategori “nasb”.

Yang terpenting adalah makna dan bentuk kategori-kategori di atas: Dan bentuk kategori “raf’a” ini adalah “ism” (kata benda) yang menjadi subjek dari sebuah fi’il (kata kerja). Kalimat kategori “raf’a” tidak dapat digabungkan dengan kata إِنَّ , Inna yang penggunaanya dalam sebuah awal kalimat membentuk kategori “nasb”, dimana “ism” (kata benda) adalah objek dari sebuah fi’il (kata kerja).

KESIMPULAN

  1. Surat Al Maeda ayat 69 adalah salah secara tata bahasa Arab karena bentuk “raf’a”, وَالصَّابِئُونَ “waalssabioona” , tapi mendapat kata إِنَّ Inna, yang menjadi tanda bentuk kategori “nasb”. Sebuah kesalahan yang sangat jelas terlihat.
  2. Surat Al Baqara ayat 62 adalah salah secara tata bahasa Arab karena telah berbentuk kategori “nasb”, وَالصَّابِئِينَ waalssabieena , tetapi kata tersebut menjadi subjek dari sebuah kata kerja, yaitu “beriman kepada Allah”, sedangkan bentuk kategori “nasb” yang seharusnya adalah kata tersebut menjadi objek dari sebuah kata kerja.
  3. Surat Al Hajj ayat 17 adalah bentuk kategori “nasb” yang benar.

Surah Taha ayat 63

قَالُوا إِنْ هَذَانِ لَسَاحِرَانِ يُرِيدَانِ أَن يُخْرِجَاكُم مِّنْ أَرْضِكُم بِسِحْرِهِمَا وَيَذْهَبَا بِطَرِيقَتِكُمُ الْمُثْلَى

Qaloo in hathani lasahirani yureedani an yukhrijakum min ardikum bisihrihima wayathhaba bitareeqatikumu almuthla

= They said: These are most surely two magicians who wish to turn you out from your land by their magic and to take away your best traditions.

= Mereka berkata: “Sesungguhnya dua orang ini adalah benar-benar ahli sihir yang hendak mengusir kamu dari negeri kamu dengan sihirnya dan hendak melenyapkan kedudukan kamu yang utama.

PERHATIKAN KALIMAT INI

قَالُوا إِنْ هَذَانِ لَسَاحِرَانِ

Qaloo In hathani lasahirani

KESALAHAN TATA BAHASA YANG TERTULIS ADALAH

Kata هَذَانِ hathani harus tertulis هَذينِ hathain.

Kata هَذَانِ hathani adalah cara penulisan yang salah dalam tata bahasa Arab, karena kata إِنْ “Inna” yang penggunaanya dalam sebuah awal kalimat membentuk kategori “nasb”, dan membuat kata هَذينِ hathain. dengan pemberian tanda “yeh” sehingga diucapkan “ee” dalam bahasa Indonesia dibaca “ii”. (Faith Freedom Indonesia)

About siapmurtad

Siap memaparkan kesalahan alquran
This entry was posted in KESALAHAN QURAN and tagged , . Bookmark the permalink.

11 Responses to Kesalahan Fatal Tata Bahasa Arab Dalam Al-Qur’an

  1. soepandinata says:

    hal yang biasa bagi KRISTENER ialah MERASA mengerti Qur’an… dari tulisan diatas saja terungkap kebodohannya antara lain :
    dalam gramatika bhs Arab itu tidak ada vokal e dan o termasuk ng,,,, itu hanya terdengar ketika membacanya saja…… tujuannya sederhana … se olah cukup mencari 1 kesalahan kata maka qur’an dianggap bohong…. PADAHAL ada ayat dalam alkitab sebagai berikut :
    Yohanes 5 :30 :
    ( Yesus sendiri berkata ) …..AKU TIDAK BISA BERBUAT APA APA dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.
    * Yesus tidak bisa berbuat apa2 atas dirinya sendiri artinya dia bukan Tuhan ..
    Yohanes 5 : 37 :
    ( Yesus sendiri berkata ) : BAPA YANG MENGUTUS AKU, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat
    Yohanes 8 : 42 :
    Kata Yesus kepada mereka : “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan DIALAH YANG MENGUTUS AKU
    Yohanes 13 : 16 :
    Aku berkata kepadamu : Sesungguhnya SEORANG HAMBA tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya.
    * Yesus memberi contoh bahwa dia hanyalah HAMBA….
    Masihkan mereka bertahan bahwa si YESUS adalah TUHAN ALLAH YANG MAHA KUASA…..?
    Amsal 18: 2- 3 :
    2. Orang bebal tidak suka kepada pengertian, hanya suka membeberkan isi hatinya.
    3. Bila kefasikan datang, datanglah juga penghinaan dan cela disertai cemooh.
    Amsal 18:6-8 :
    6. Bibir orang bebal menimbulkan perbantahan, dan mulutnya berseru meminta pukulan. 7. Orang bebal dibinasakan oleh mulutnya, bibirnya adalah jerat bagi nyawanya. 8. Perkataan pemfitnah seperti sedap-sedapan, yang masuk ke lubuk hati.
    Yakobus 3 : 8 – 11 :
    8 tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.
    9 Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah,
    10 dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.
    11 Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama?

  2. uchie says:

    banyak banget salah lafalnya mba/mas, belajar ngaji aja sekalian sapa tau dapat hidayah, bukankah Allah SWT Maha Pengampun dan tak kenal maka tak sayang 🙂

  3. vandha says:

    Kasihan sekali teman kita yg menulis artikel ini.
    Gak ngerti bahasa Arab, malah ingin mengajari lagi.
    Padahal seluruh ahli bahasa di Dunia ini telah mengakui secara ilmiah, tingginya kesusastraan bahasa dalam al Qur’an.

    Mudah-mudahan diberi petunjuk oleh Tuhan yang benar2 Tuhan, bukan Tuhan asal-asalan.
    Coba aja merenung di tempat sepi (misal pantai, padang rumput, atau di ketinggian lantai paling atas rumah).

    Anggap saja anda belum punya agama apapun,
    Lalu minta dengan hati yang tulus kepada Tuhan semesta Alam ini,
    Mintalah kebenaran hakiki, kosongkan hati anda.
    Nanti akan ada jawabnya… lakukan beberapa kali agar anda kuat dan yakin

    Salam persahabatan

  4. Judas says:

    Kalau saya pribadi bersifat netral, ( bukannya saya Atheis, saya beragama )
    Karena saya sendiri mengetahui agama dari mulut ke mulut/ orang ke orang
    yang bersifat estafet, demikian juga dengan kitab sucinya dan saya tidak mengetahu/ menyaksikani sendiri kejadian pada masa nabi Isa dan nabi Muhammad, maka cara saya untuk mencari kebenaran ialah melalui para ahli Arkeolog dan pakar sejarah kuno, yang tidak ada hubungannya dengan agama, sebab menurut saya didunia ini TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN TERJADI, segala sesuatu bisa saja terjadi, termasuk pemalsuan kitab suci, baik Injil ataupun Al Qur’an.
    Tidak ada yang tahu dengan pasti kebenaran/ keaslian Injil atau Qu’an,
    hanya Tuhan Yang Maha Esa, Pencipta Alam Semesta yang tahu PASTI kitab
    mana yang sudah direkayasa dan siapa orangnya yang merekayasanya.
    Sekali lagi TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN didunia ini.
    Untuk pemilik blog ini, lanjutkan perjuangan anda untuk memberikan
    kebenaran berdasarkan fakta/ referensi yang bisa dipertanggung jawabkan.
    Teruslah berjuang, Allah pasti melimpahkan barokah untuk anda.
    Terima kasih banyak info yang amat berharga ini.

  5. Maaf Bro, yang mengatakan alquran ada kesalahan sungguh manusia yang bodoh, tak berilmu, tak terpelajar, tak beriman dan dangkal pengetahuan, anda sebaiknya belajar bhs arab dulu baru komentar, anda sangat terlihat boddoh karena hanya menulis cara bacaan nya saja dengan penjelasan yang mengada-ada, sebenarnya anda perlu dikasihani, hehe gak tega saya bicara tentang kebodohan anda, belajar bahasa arab dulu sama saya! gratis! ini hub email saya
    pembelaalquran@yahoo.com, ok bye

  6. Muahmmad Shodiq says:

    Pandangan saya terhadap agama ( terutama Kristen dan Islam ) itu netral, bukannya saya tidak memiliki keyakinan pada agama, karena menurut saya :
1. Yesus/ Nabi Isa dan Nabi Muhammad hidup sekitar 2.000 tahun lalu, berarti ajaran yang benar2 murni dan langsung dari sang Nabi terjadi sekitar 2.000 tahun lalu.
2. Adanya kitab suci Injil/ Al- Kitab sekitar +/-40 tahun setelah wafatnya Yesus/ Nabi Isa
Adanya kitab suci Al- Quran sekitar +/-60 tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad.
Dengan rentang waktu yang cukup lama ( antara 40 s/d 60 tahun ) cukup waktu untuk terlupakan,terkontaminasi dengan adat/ kebiasaan masyarakat jaman itu, campur tangan oknum2 tertentu/ orang2 yang tidak bertanggung jawab ( merubah, menambah ataupun mengurangi pesan ajaran agama ) yang sengaja atau tidak sengaja ( telupa ) telah merubah/ menggeser pengertian ajaran tersebut.
3. Yang JELAS dan PASTI, Allah TIDAK pernah mengajarkan/ menghimbau umat manusia untuk melakukan hal yang buruk ! ( Seperti membunuh, panyiksaan, pengniayaan, mencuri, bohong, dll ) Ajaran Allah JELAS dan PASTI menuju ke-kebaikan, saling mengasihi dan menghormati sesama manusia, dll. Lebih jelasnya ada di 10 Perintah Allah ( bagian dari hukum Taurat ) yang diturunkan pada Nabi Musa.
    Pada ajaran ke dua agama tersebut banyak hal yang sangat berbeda, dan saya tidak akan memperdebatkan masalah perbedaan itu, namun saya berusaha mencari kebenarannya dari masing2 ajaran agama tersebut dengan teliti dan bijak, tanpa rasa ego dan tanpa merasa benar sendiri, saya harus berada pada posisi netral, tidak memihak atau memojokan salah satunya ( walaupun itu agama/ keyakinan saya sendiri, saya tidak akan membela, sebab saya mencari BUKTI KEBENARAN dari agama berdasarkan kitab suci nya ) saya berusaha mengikuti perkembangan para ahli Arkeologi dunia yang setiap saat menemukan peninggalan bangsa2 yang pernah hidup berpuluh2 abad lalu dan mencocok kan semua itu dengan apa yang tertulis dalam kitab suci sebagai sejarah awal dan perkembangan agama yang dibawa oleh Nabi bersangkutan. ( Arkeologi adalah ilmu pengetahuan { tidak memihak salah satu ajaran agama, sebab para ahli Arkeologi adalah orang-orang dari berbagai macam suku bangsa dan berbagai macam agama } yang menyelidiki peninggalan dan sejarah kuno manusia yang pernah ada/ hidup dimuka bumi ini ).
Karena kitab suci itu diturunkan dari Allah kepada orang pilihan Nya ( Nabi ) maka saya berpendapat bahwa isi dari kitab suci itu JUJUR dan ajaran kebaikan adanya, sebab Allah itu tidak mungkin bohong dan jahat, jika kitab suci itu sudah ditemukan hal2 yang tidak terbukti/ ada kebohongan, ketidak pastian, maka dapat disimpulkan bahwa kitab suci itu bukan dari Allah atau ada tangan2 jahil yang mengotori ke Jujuran Allah.
Mengingat didunia ini TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN, segala sesuatu bisa saja terjadi, termasuk merekayasa kitab suci ( baik Injil/ Al- Kitab maupun Al- Quran ). Sebab tidak ada seorangpun yang hidup saat ini, didunia ini yang tahu dengan pasti kebenaran/ kesalian Injil/ Al- Kitab atau Al- Quran ( saya tidak akan mempertaruhkan hidup saya demi sesuatu yang saya sendiri tidak tahu PASTI kebenarannya ! )
Hanya Sang Pencipta Alam Semesta yang tahu PASTI kitab suci mana yang telah direkayasa dan siapa orang nya yang telah merekayasa kitab suci itu, kapan waktunya, hari apa dan jam berapa orang itu merekayasa kitab suci. Sekali lagi, TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN didunia ini.
Bukan hanya Sang Khalik yang mampu merubah keadaan didunia ini, tetapi ingat, bahwa ciptaan Sang Khalik pun ( Iblis/ Syaitan dan sebangsanya, termasuk juga kita sebagai manusia ciptaan Nya ) memiliki kekuasaan dan kemampuan untuk merubah keadaan didunia ini.
Jadi, alangkah baiknya kalau tenaga dan pikiran kita digunakan untuk mencari kebenaran yang akan membawa manfaat kelak jika kita sudah meninggalkan dunia ketimbang tenaga dan pikiran kita dihamburkan untuk berdebat seru, saling hina dan saling ejek antar agama.
Andaikan, sekali lagi, ANDAIKAN, nanti, saat kita sudah dialam baka sana, kita tahu kalau ternyata keyakinan kita semasa hidup didunia adalah keyakinan yang kurang benar, apa yang akan kita perbuat ???
Hanya penyesalan dan kekecewaan belaka ! Sudah tidak ada waktu lagi untuk memperbaiki kesalahan kita !
Oleh sebab itu, ( selagi kita masih ada waktu hidup didunia ini ) alangkah baiknya kalau kita saling bertukar pendapat dengan teliti, cermat dan bijak untuk mencari kebenaran bukan Pembenaran,dan tidak dengan emosional dan MERASA BENAR SENDIRI….
Tak seorangpun tahu, kapan ajal menjemputnya.
Selamat berjuang mencari kebenaran, semoga Yang Maha Melihat akan membukakan hati kita dan Yang Maha Tahu akan memberikan petunjuk jalan pada kita semua.
Amin.
Terima kasih.

    • Kolektor Buku says:

      Iya kah ??????
      Yang saya tahu dari sejarah al-Quran, Al-Quran sudah lengkap sebelum meninggalnya Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam, dihafal banyak orang pada saat itu, yang kalau satu orang saja sengaja menyelewengkannya dan menyebarkannya, akan langsung ketahuan. Arkeologi memang ilmu pengetahuan, tapi banyak fakta bahwa pendapat arkeolog dulu, ternyata salah pada masa kini, ini merupakan bukti keterbatasan pengetahuan manusia termasuk arkeologi.
      Yang serius dong bang, kalau cari kebenaran, masa’ baru dapat kulitnya, sudah dibilang gak bagus. Pernah coba makan jeruk ?. Kulitnya emang gak enak dimakan, tapi isinya yang matang banyak manfaatnya. Abang bisa belajar dari situ. Semoga Allah menunjuki kita ke jalanNya yang lurus

  7. Hanacaraka says:

    Pada dasarnya, nabi adalah cerminan dari ajaran agama yang beliau bawa.
    Ajaran agama me WAJIB kan umatnya atau pengikutnya untuk berusaha sama sedekat mungkin dengan karakter nabi, dalam kata lain nabi adalah PANUTAN bagi umatnya.
    ( Jika ada yang tidak setuju dengan pendapat ini, bararti kafirnya kafir ! )
    Bacalah riwayat masing2 nabi, dari kelahiran, perjalanan hidup, dan wafat baliau menurut kaca mata agama bersangkutan, bukan kaca mata agama yang lain, dari situ kita bisa tahu karakter si nabi, dan itulah ajaran agama yang dibawa.
    Karakter Yesus =……………………. dst
    Karakter Muahmmad =…………………..dst
    Kita tinggal pilih aja, mana yang akan kita ikuti !!
    Bagai minyak dan air, yang tidak akan pernah bisa disatukan !

  8. barjanto70 says:

    Sederhana saja. Nama harakat saja penulis tidak tahu. Pakai istila “waw”, “yeh”, apaan tuh !!!
    Orang yang baru belajar baca tulisan arab saja sudah diberitahu tanda harakat di atas namanya fathah, yang seperti waw disebut dhommah, dan yang di bawah disebut kasrah.
    Jadi, kalau yang sepele seperti ini saja tidak mengerti, apalah lagi bahasa Arab. Sungguh kebodohah penulis ditelanjangi oleh tulisannya sendiri ……..

  9. Amuiz says:

    Alqur’an memang dari bahasa arab,tapi Al-qur’an itu berbahasa arab.Kaidah nahwu mengikuti bahasa bahasa arab dan di ambil dari Al-Qur’an,Tapi ingatlah Kaidah Nahwu di karang oleh manusia yang haqiqatnya dari Sang Maha Pencipta, sedangkan Al-Qur’an itu firman Sang Maha Pencipta tanpa campur tangan karangan manusia. Karena itu ilmu nahwu dan tata bahasa arab lainnya tidak selalu bisa mengimbangi Al-Qur’an karena ia bukan ciptaan dan campur tangan karangan manusia.
    Menurut Ulama2 balaghah sendiri,ini jadi kelebihan Al-Qur’an,bukan kesalahan Al-Qur’an.Wal’afwu minkum alaa aqwaamitthariq,billahittaufiq wal hidayaayah
    Mohon maaf bila ada kesalahan.
    Wassalaamu’alaikum

  10. awan says:

    ANda belajar ARABIC GRAMMAR sudah sampe kitab apa tho Mas,,,,??? ngaji dulu baru bisa ngoreksi!!!!! ada kitab untuk blajar grammar arab… mulai dari JURUMIYYAH, IMRITHY, MAQSUD, SAMPE ALFIYYAH,,,, belum ilmu Badi’nya,, mulai dari SULAAMUL MUNAWROQ sampe ALFIYYAH IMAM SUYUTHI,,, baru tau tuh sampe kulit2nya bhsa aRAB,,, mondok dulu mendingan giih,,,, ngajinya ke mbah google nya jdnya kaya gini,,,, qiqiqiqiqi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s