Bab 4 MENGKRITIK ALQURAN

Sebagian pembaca sangat keberatan kalau sebuah kitab yang dipandang suci oleh lebih dari 1 milyar orang tersebut menerima kritikan, kecuali kalau kesimpulan yang ditariknya memberi nilai positif terhadap kitab itu. Ungkapan kuno menyatakan : “Jika anda tidak mampu mengucapkan hal-hal yang menyenangkan, lebih baik anda diam”. Ungkapan tersebut mungkin merupakan nasihat yang baik dalam kaitannya dengan pergaulan sosial. Namun hal tersebut merupakan nasihat yang buruk manakala dikaitkan dengan sebuah kitab yang disucikan oleh ratusan juta orang Muslim dan yang berpotensi besar untuk menimbulkan ancaman bagi perdamaian dunia.

Dengan adanya penyerangan tanggal 11 September 2001 dan seribu peristiwa lainnya yang terkait yang terjadi di seluruh dunia, kitab tersebut harus dikupas tuntas. Alquran memang telah menerima banyak kritikan selama berabad-abad, tetapi hanya sedikit ulasan-ulasan ilmiah tentang Alquran yang telah dipaparkan.

PENELITIAN-PENELITIAN YANG CERMAT DAN MENDALAM

Penelitian Alquran secara mendalam pertama kali dilakukan oleh Sir William Muir  yang kemudian dibukukannya dengan judul Muhammad. Buku tersebut dipublikasi ulang untuk terakhir kalinya pada tahun 1923. Kemudian pada tahun 1961 diterbitkan buku yang juga diberi judul Muhammad oleh penulisnya yang bernama Maxime Rodinson. Selanjutnya ada sejumlah penulis yang menganut paham berpikir liberal di antaranya W. Montgomery Watt dan Armstrong yang sangat naif dalam menyimak  pandangan para apologis Muslim moderen. Para apologis moderen menganggap bahwa Muhammad telah diberitakan secara tidak benar, jadi mereka berusaha mengoreksi ketidakbenaran pemberitaan tentang Muhammad tersebut.

Namun, dalam usaha mereka itu mereka tidak bisa membuktikan adanya kesalahan dari pemberitaan sejarah yang ditulis berdasarkan sumber Islam sendiri. Usaha para apologis Muslim tersebut bahkan berakhir dengan kesimpulan yang justru mengkonfirmasikan kebenaran pemberitaan historis itu.

Saat ini, ketika ulasan tentang Alquran yang obyektif sangat diperlukan, karya Muir dan Rodinson sudah lama tidak dicetak lagi dan secara umum telah dilupakan orang.

Muhammad Menurut Para Sejarawan

Sejumlah ulasan singkat pada masa lalu menganalisis perbuatan-perbuatan kejam Muhammad hanya secara sambil lalu dalam rangka membicarakan hal mengenai gaya seni tulis Muhammad  yang sangat jelek yang sesungguhnya bukan merupakan hal yang penting. Misalnya, penulis yang bernama Edward Gibbon dalam bukunya yang berjudul Decline and Fall of the Roman Empire mengungkapkan :

Alquran merupakan suatu rapsodi fabel, ajaran, dan deklamasi membingungkan yang kurang menggugah sentimen  atau pendapat, yang susunannya tidak karuan……………… . Penggunaan tipu muslihat dan kelicikan, penggunaan cara kekejaman dan ketidakadilan seringkali merupakan suatu bentuk ketaatan pada propaganda agama atau keimanan. Muhammad memerintahkan atau merestui pembunuhan terhadap umat Yahudi dan para penyembah berhala…………………………….. Muhammad mengumbar nafsunya dengan semau-maunya dan menyalahgunakan klaim-klaim kenabian. Suatu wahyu Ilahi khusus memberinya dispensasi untuk dibebaskan dari jerat aturan hukum yang berlaku padahal dia sendiri yang membuat aturan hukum tersebut untuk ditaati oleh bangsanya. Kapanpun dia menginginkan hubungan seks dengan wanita, sang wanita harus segera melayaninya tanpa pamrih. 1

Pernyataan Gibbon yang terakhir ini akan dibicarakan lebih lanjut dalam bab berikut.

Selanjutnya Thomas Carlyle, dalam Sartor Resartus : On Heroes and Hero Worship, menggambarkan Alquran sebagai :

Suatu kumpulan catatan campur aduk yang menjemukan, berupa draf, susunannya acak-acakan dan dipenuhi dengan pengulangan-pengulangan dan sangat bertele-tele ……. Membaca Alquran bagi orang-orang Barat sungguh merupakan beban/tugas yang sangat berat. 2

Filosof David Hume, dalam bukunya berjudul An Enquiry Concerning Human Understanding, berkomentar :

Muhammad suka sekali melakukan hal-hal seperti pengkhianatan, kekejaman, kebengisan, pembalasan dendam dan kefanatikan yang sudah tidak lumrah dilakukan oleh manusia beradab.  Tidak ada hukum asasi yang dijadikan acuan bagi setiap perbuatannya, dan setiap perbuatan seseorang akan disalahkan atau dibenarkan hanya berdasarkan pada sejauh mana perbuatan tersebut menguntungkan atau merugikan orang-orang Muslim. 3

Para Pengulas yang Bermunculan Baru-Baru ini

Beberapa tahun terakhir ini, sejumlah intelektual Muslim yang berpikiran bebas telah mengkritik Alquran secara terbuka. Salman Rushdie dengan The Satanic Verses-nya  bukanlah satu-satunya walaupun komentar semacam yang tertulis dalam buku the Satanic Verses tersebut sulit ditemukan sepanjang sejarah Islam. Ali Dashti, seorang Iran, mengulas tentang karier kenabian Muhammad yang berlangsung selama 23 tahun dalam sebuah buku berjudul Twenty-Three years : A Study of the Prophetic Career of Mohammad. Dashti melihat kekurangan-kekurangan Alquran asli berbahasa Arab tulisan Muhammad bukan hanya dalam isinya tetapi juga dalam gaya seni sasteranya. Dashti mengeluh :

“Alquran (asli berbahasa Arab) mengandung kalimat-kalimat yang tidak lengkap dan tidak dapat dipahami ………………….komentar-komentar. Kata-kata asing ………………. dan kata-kata yang digunakan dengan arti lain yang tidak wajar, bentuk kata-kata dirubah tanpa disesuaikan dengan “gender” dan jumlah, tidak logis dan penerapan-penerapan kata ganti yang tidak sesuai dengan gramatika bahasa Arab baku, bahkan kadang-kadang tidak punya acuan sama sekali, selain itu predikat yang terdapat dalam wacana-wacana bersajak seringkali disingkirkan  dari subyek-subyeknya, …….. lebih dari 100 penyimpangan aturan gramatika bahasa Arab yang terdapat dalam Alquran yang telah ditemukan. 4

Toby Lester, seorang pengulas Alquran untuk majalah Atlantic Monthly, mengutip pendapat seorang ilmuwan Jerman yang sangat mahir berbahasa Arab yang dipercaya penuh oleh Negara Yaman untuk menganalisis beberapa salinan Alquran yang sangat kuno yang ditemukan di dalam sebuah mesjid di Yaman. Nama ilmuwan Jerman tersebut adalah Gerd  R. Puin. Dia berkomentar :

Alquran mengklaim dirinya sendiri sebagai “mubeen” atau “jelas”. Namun apabila anda menelitinya (Alquran dalam bahasa Arab sebagaimana yang dilakukan oleh Puin), anda akan menemukan bahwa setiap kalimat ke-5 atau di sekitar itu merupakan kalimat yang tidak bermakna sama sekali. Orang-orang Muslim sudah pasti berpendapat sebaliknya , namun faktanya memang membuktikan bahwa teks Alquran ke-5 tidak dapat dimengerti. Itulah sebabnya menterjemahkan Alquran menjadi suatu masalah besar sejak dahulu . Jika Alquran asli berbahasa Arab sendiri tidak bisa dipahami maknanya, hal tersebut berarti Alquran tidak bisa diterjemahkan. Fakta itulah yang merupakan masalah besar. Alquran mengklaim secara berulang-ulang bahwa isinya sangat jelas padahal kenyataannya tidak demikian bahkan penutur asli bahasa Arab- pun  akan menyatakan bahwa ada kontradiksi di dalam Alquran. Sesuatu yang lain kemudian terjadi. 5

Buku lain yang juga mengulas Alquran secara kritis adalah buku berjudul Why I Am Not a Muslim yang ditulis oleh seorang mantan Muslim bernama Ibn Warraq.  Buku itu diedarkan pada tahun 1995.  Karena harganya cukup mahal pada waktu itu yaitu $ 30, buku tersebut tidak dapat terjangkau oleh para pembaca dari kalangan yang luas (maksudnya hanya orang-orang dari kalangan  tertentu saja yang dapat membelinya). Buku itupun mengandung kekurangan. Warraq, yang sangat kecewa dengan agama Islam yang telah ditekuninya selama ini, kemudian secara berlebih-lebihan menyatakan dalam bukunya tersebut bahwa semua agama adalah impian orang-orang sakit. 6

Pada tahun 2002 Bat Ye’or dalam bukunya yang berjudul Islam dan Dhimmitude: Where Civilizations Collide (lihat Daftar Pustaka) membongkar rahasia perlakuan sewenang-wenang orang-orang Islam terhadap orang-orang Yahudi, Kristen, dan Zoroastrian selama 1400 tahun di Timur Tengah. Bat Ye’or menemukan akar kesewenang-wenangan yang sangat luar biasa dan berlarut-larut sampai ribuan tahun tersebut sesungguhnya bersumber pada Alquran sendiri. Tindakan tersebut dipicu oleh perintah Muhammad yang tertuang dalam Alquran. Muhammad tidak dapat berdalih bahwa dirinya tidak bersalah atas kekeliruan yang dilakukan oleh para pengikutnya dalam menginterpretasikan  perintah Alquran tersebut.

ALASAN-ALASAN PENULISAN BUKU INI

Dalam buku ini, saya berusaha menyarikan sesingkat mungkin buah pikiran utama dari Muir, Rodinson, Warraq dan Ye’or. Saya juga menambahkan kebenaran-kebenaran lain yang berhubungan dengan Alquran yang tidak mereka ungkapkan. Peristiwa 11 September 2001  mendorong timbulnya kebutuhan manusia untuk memperoleh penjelasan singkat yang sangat obyektif tentang Alquran sebagai prioritas paling utama.

Setiap kutipan ayat Alquran berbahasa Inggris telah diperbandingkan dengan hasil terjemahan Alquran dalam Bahasa Inggris dari 8 versi yang ada.

Dengan didorong oleh suatu keyakinan yang kuat saya lakukan penelitian ini. Saya mempunyai teman-teman beragama Islam. Mereka dan siapapun juga perlu mengetahui bahwa saya menulis buku ini dengan sangat seksama. Saya memiliki 7 terjemahan Alquran yang sangat bervariasi dan terjemahan ke-8 terdapat dalam layar komputer saya. Enam di antaranya merupakan hasil terjemahan yang dilakukan oleh para ilmuwan Islam. Sebagaimana yang telah saya ungkapkan dalam prakata, setiap kutipan ayat Alquran berbahasa Inggris telah diperbandingkan dengan hasil terjemahan Alquran dalam bahasa Inggris dari 8 versi yang ada, supaya jangan terjadi hanya karena kesalahan seorang penerjemah menyebabkan saya salah memahami kemauan Muhammad.

BAHAYA DI DALAM MADRASAH-MADRASAH

Dunia perlu diberi peringatan. Paling sedikit ada 40 juta remaja Islam di sekolah-sekolah agama Islam (di madrasah-madrasah) yang terdapat di seluruh dunia Muslim yang saat ini sedang menghafalkan dengan sungguh-sungguh seluruh isi Alquran dan Hadis. Dalam tangan-tangan para ektrimis — baik mereka berasal dari golongan Wahabi Arab Saudi, para pengikut Osama bin Laden , atau para ulama Indonesia — madrasah-madrasah akan menjadi lahan yang subur bagi para teroris yang potensial. Pada awal-awal latihan, para guru agama Islam biasanya mengarahkan pikiran anak-anak muda yang masih polos tersebut pada berpuluh-puluh ayat Alquran yang mengumandangkan perang , ditambah dengan ayat-ayat lain yang menjanjikan firdaus bagi para syuhada Muslim.

Tidak terbilang banyaknya kerumunan siswa madrasah yang mengenakan kaos oblong yang bergambar Osama bin Laden. Para kiai radikal telah menganggap Osama bin Laden sebagai pahlawan.

Kebencian pada orang-orang Yahudi dan Kristen (pada umumnya digambarkan sebagai Israel dan Amerika) dan pandangan rendah terhadap semua orang non-Muslim (biasanya didefinisikan oleh para instruktur  agama Islam sebagai orang-orang yang harus diperangi) ditanamkan sedikit demi sedikit ke dalam hati sanubari para siswa madrasah tersebut. 7 Alkitab Kristen dinyatakan oleh mereka sebagai telah diselewengkan. Mereka sangat melecehkan kebijakan atau tindakan yang memisahkan Islam dari kontrol politik.

Pada saat para siswa, yang terisolasi dari keluarga dan teman-teman mereka untuk tinggal di madrasah-madrasah, telah mencapai masa puber dan hormon kelaki-lakian mereka mulai aktif, mereka justru dijauhkan dari pergaulan dengan lawan jenis mereka (para siswi) karena memang kedua kelompok siswa-siswi tersebut harus dipisahkan. Sebagai gantinya para kiai Muslim mengarahkan perhatian para siswa tersebut pada ayat-ayat Alquran yang menjanjikan seks di surga dengan para houris bermata jeli (lihat bab 3).  Para siswa hanya dapat mengkhayalkan mengenai mati sahid  yang kemudian dilanjutkan dengan kepuasan seksual di surga sebagaimana yang dijanjikan Muhammad dalam Alquran. Hal ini merupakan suatu cara mencuci otak yang sangat kejam dan keji yang didasarkan pada tuntunan Alquran yang menurut umat Muslim sebagai tuntunan yang sangat sempurna.  Tidak terbilang banyaknya kerumunan siswa dari madrasah-madrasah yang mengenakan kaos oblong yang bergambar Osama bin Laden. Para kiai radikal telah menganggap Osama bin Laden sebagai pahlawan.

Seumpamanya, 40 juta peserta didik di madrasah-madrasah Muslim tersebut adalah suatu massa (kumpulan partikel-partikel) bom nuklir. Pertimbangkanlah peringatan dari Jeffrey Goldberg dalam majalah Reader’s Digest berikut ini :

Di sebelah Timur dari Kyber Pass (jalur Kyber) , yang terletak di salah satu propinsi  terdepan  bagian Barat-Laut Pakistan terdapat  sebuah sekolah yang disebut madrasah Haqqania ………… Sekolah itu menerima  2800 siswa, yang sebagian besar berasal dari keluarga miskin. Uang sekolah, kamar dan makan  gratis. Madrasah tersebut didanai oleh orang-orang Pakistan kaya raya , saleh dan sangat peduli pada perkembangan politik  yang bermukim di negara-negara kawasan Teluk Persia. Para siswa berusia antara 8 sampai 35 tahun. Kelompok siswa yang paling muda usia belajar selama 4 sampai 8 jam sehari………….. menghafalkan ayat-ayat Alquran berbahasa Arab. Kelompok siswa yang lebih tua belajar selama 8 jam ……….. difokuskan untuk menginterpretasi Alquran dan Hadis, hukum-hukum Islam dan sejarah Islam. Di Madrasah tersebut tidak diajarkan sejarah dunia, bahasa Inggris, matematika, komputer atau sains……. Madrasah Haqqania , dalam kenyataannya, merupakan pabrik penghasil orang-orang yang bersedia untuk berjihad ………..(di salah satu  kelas) Saya bertanya : “Siapakah yang ingin melihat  Osama bin Laden bersenjata nuklir?” Setiap tangan di ruangan itu terangkat ke atas…….” Apa yang akan kalian lakukan jika ……..CIA……….menawan Osama bin Laden dan membawanya ke Amerika?” Seorang siswa bernama Muhammed berdiri dan berkata : “Kami akan mengorbankan kehidupan kami untuk membela Osama bin Laden. Kami akan membunuh orang-orang Amerika”. 8

Goldberg menulis bahwa di Pakistan saja terdapat 1 juta siswa Muslim yang sedang belajar di madrasah-madrasah . Dia menyimpulkan: “Para siswa tersebut tidak tahu sama sekali mengenai dunia di sekitarnya, yang mereka tahu hanya interpretasi dari perintah-perintah Alquran. Mereka benar-benar dididik untuk menjadi mesin jihad yang sempurna”.9 Banyak lagi kita temukan madrasah-madrasah yang  menggunakan kitab Alquran sebagai buku teks mereka mulai dari  Senegal sampai Filipina selatan. Bahkan beberapa madrasah semacam itu mulai dibuka di Amerika dan di negara-negara Barat lainnya.

Profesor Mochtar Buchori, seorang anggota parlemen Indonesia, melaporkan pada tanggal 1 July 2002, melalui net.Laksamana Indonesia, mengenai situasi madrasah di Indonesia, suatu negara dengan jumlah penduduk Muslim hampir mencapai 200 juta orang”.10

Untuk dapat membayangkan jumlah madrasah yang ada di Indonesia sebagaimana yang disebutkan oleh profesor Buchori  marilah kita bandingkan dengan jumlah sekolah di Amerika sebagai berikut : jika kita jumlahkan semua universitas, akademi, sekolah menengah umum, sekolah menengah pertama, dan sekolah dasar yang ada di Amerika , kita akan mengetahui bahwa jumlah semua sekolah tersebut hanyalah 24.000 buah. Sedangkan menurut Buchori jumlah sekolah Muslim (madrasah)  di Indonesia saja adalah 37.362 . Dari jumlah tersebut hanya 8% saja yang menerima masukan dari pemerintah Indonesia, sedangkan sisanya 92% langsung dikontrol oleh para kiai baik bahan pelajarannya maupun penilaiannya. Buchori mengingatkan bahwa 4,6 juta siswa Indonesia terdaftar di madrasah-madrasah yang dikelola  oleh swasta. Sarannya agar  pemerintah sebaiknya memberi fasilitas pengajaran matematika, bahasa Inggris dan sains ditolak dengan tegas oleh pengelola madrasah-madrasah swasta tersebut. Buchori akhirnya menyimpulkan bahwa mayoritas madrasah-madrasah semacam itu sangat berpotensi untuk mendidik orang menjadi teroris.

Suatu Pertanda Yang  Jelas

Suatu krisis dunia sedang bergolak. Kewaspadaan harus ditingkatkan. Ulasan-ulasan dalam buku ini hanya sebagian dari suatu penelitian tentang Alquran yang sangat mendalam yang sangat dibutuhkan  saat ini setelah terjadinya peristiwa 11 September 2001. Alquran bukanlah surat pribadi seseorang. Kitab tersebut diterbitkan dan ditawarkan  kepada dunia sebagai kitab yang diinspirasi  oleh Allah. Dunia berhak menelitinya dengan cermat. Marilah sekarang kita teliti kitab ini.

Muhammad sendiri menyatakan : “Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah atau yang berkata : ‘Telah diwahyukan kepada saya’, padahal tidak ada diwahyukan sesuatupun kepadanya” (Surat 6 : 93). Inilah saatnya bagi dunia untuk mengenal siapa yang sedang dideskripsikan oleh Muhammad.

Catatan :

  1. Edward Gibbon, The Decline and Fall of the Roman Empire, vol.5 (New York: Random House, 1994), n.p.
  2. Thomas Carlyle, Sartor Resartus: On Heroes and Hero Worship (London: J.M. Dent  and  Sons, Ltd.,, 1967), n.p.
  3. David Hume, An Enquiry Concerning Human Understanding, ed. Tom L. Beauchamp (Oxford, England: Oxford University Press, 1999), n.p.
  4. Ali Dashti, Twenty-Three Years: A Study of the Prophetic Career of Mohammed, trans. F.R.C. Bagley (Costa Mesa,, CA: Mazda Publishers, 1994), n.p..
  5. Toby Lester,”What is the Koran?: For People Who Understand,” January 1999, The Atlantic Monthly, http://www/theatlantic.com/issues/99jan / koran3thm (diakses 29 September 2002). Used by permission.
  6. Ibn Warraq, Why I Am Not a Muslim (Amherst, NY: Prometheus Books,  1995),p. xiii.
  7. Ibid., p. 218
  8. 8. Jeffrey  Goldberg, “The Making of a Terrorist”, Reader’s Digest, January 2002, pp. 70-75, condensed from New York Times Magazine.
  9. Ibid.
  10. Mochtar Buchori, Laksamana.net (diakses 24 Agustus 2002).

About siapmurtad

Siap memaparkan kesalahan alquran
This entry was posted in BUKU and tagged , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Bab 4 MENGKRITIK ALQURAN

  1. saladin says:

    Tulisan diatas coba dibaca dan direnungkan dengan penjelasan link dibawah ini yang jelas siapa manusianya…..

    http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/index.html

    Atau Islam dalam Alkitab

    http://jalanibrahim.wordpress.com/

    untuk pencerahan yll, bisa diliat/didengar ceramah mantan Theologi Pendeta Yahya Waloni

  2. rul says:

    MENGKRITIK INJIL
    Yang menuls artikel ini menunjukkan kebodohan dan kedengkiannya sendiri terhadap Islam. Perkembangan Islam saat ini adalah yang tercepat di dunia (bahkan setelah peristiwa 11 September) dan dalam waktu yang tidak terlalu lama agama Islam akan dianut oleh mayoritas penduduk dunia. Hey bung anda itu berkaca dong sama sejarah agama anda sendiri. Agama Kristen bisa dianut oleh mayoritas warga dunia tidak terlepas dari penjajahan, perbudakan, kolonialisme, pembantaian dan penindasan yang dilakukan oleh bangsa barat terhadap bangsa-bangsa lain di dunia yang direstui gereja. Pembantaian Suku Inca dengan cara licik oleh Spanyol, pembantaian muslim di Spanyol dan Prancis, pembantaian ribuan warga Indonesia oleh Belanda, pembantaian ribuan muslim Bosnia, pembantaian warga Palestina yang didukung kafir Amerika hanyalah sedikit contoh pembantaian manusia oleh Kristen kafir. Apakah kami juga tidak bisa mengatakan kalau Kristen itu agama teror ?. Apa kalian kira kami tidak tahu kalau di dalam Injil bertebaran ayat-ayat teror yang kejam (termasuk perintah membunuh anak-anak dan hewan ternak yang tidak berdosa), ini contohnya :
    Matius 10:34; “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.”
    Lukas 19 :(27); “Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku.”
    Ulangan 13:15 “maka bunuhlah dengan mata pedang penduduk kota itu, dan tumpaslah dengan mata pedang kota itu serta segala isinya dan hewannya”.
    Samuel 15:3 “Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai.”
    Ulangan 20:12-13 : “Tetapi apabila kota itu tidak mau berdamai dengan engkau, melainkan mengadakan pertempuran melawan engkau, maka haruslah engkau mengepungnya; dan setelah TUHAN, Allahmu, menyerahkannya ke dalam tanganmu, maka haruslah engkau membunuh seluruh penduduknya yang laki-laki dengan mata pedang. Hanya perempuan, anak-anak, hewan dan segala yang ada di kota itu, yakni seluruh jarahan itu, boleh kaurampas bagimu sendiri, dan jarahan yang dari musuhmu ini, yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, boleh kaupergunakan”.
    Anda kalau mengambil sumber jangan dari pendapat orang-orang murtad dan pendapat ilmuwan Kristen kafir dong, jelas ndak obyektif. Kami juga bisa ngambil pendapat dari ilmuwan muslim tentang Injil kalian (tapi itu tidak perlu), dan tolong dicatat kami lebih pusing lagi membaca Injil kalian yang bahasanya bertele-tele dan memusingkan kepala walaupun sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Kalau anda mau perbandingan yang obyektif, di bawah ini hasil pendapat ilmuwan terkemuka barat Kristen (bukan muslim) tentang Injil mereka sendiri :
    Uskup Agung Prof. Jenkins, Pemimpin Gereja tertinggi keempat di inggris, yang tidak takut kehilangan jabatan menyatakan bahwa Kebangkitan Yesus dari kubur sesungguhnya tidak pernah terjadi;
    Rev. Dr. Charles Francis Potter, yang membuktikan dari Naskah Laut Mati bahwa Roh Kudus sebagai oknum yang disembah, tidak dikenal di zaman Yesus;
    Dr. Robert W. Funk, Professor Ilmu Perjanjian Baru dari Universitas Harvard bersama 74 pakar Alkitab lainnya yang dihujat umat Kristen Amerika dan dunia karena membuktikan bahwa hanya 18 persen ucapan Yesus dalam Alkitab yang diangap asli;
    Dr. Barbara Thierings Guru Besar Universitas Sydney Australia yang dihujat umat Kristen Australia karena dari hasil penelitiannya selama 20 tahun terhadap Naskah Laut Mati, menemukan bahwa Yesus tidak mati di tiang salib;
    Prof. David Friedrich Strauss, yang dipecat seumur hidup sebagai guru besar agama Kristen, karena mengatakan bahwa Injil dalam Alkitab adalah campuran antara fakta, dongeng dan khayalan.
    Jadi tulisan anda itu seperti pepatah “Semut di seberang lautan nampak, gajah di depan mata tidak nampak”.

  3. MUHAMAD NAKSYABANDI says:

    ALQURAN KITAB SUCI YANG ISINYA MENGANDUNG KEBENARAN KARENA MEMANG ITU FIRMAT ALLAH SWT. BANYANGKAN BEGITU BANYAK PENGHAPAL ALQURAN DAN ITU DIPELIHARA OLEH PARA MALAIKAT ATAS IZIN ALLAH.. SEKARANG COBA BANDINGKAN APA ADA SATU ORANG DI DUNIA YANG HAPAL ISI INJIL…..
    KALAU ADA TUNJUKAN PADA DUNIA

  4. Omben says:

    @Muhamad Naksyabandi:
    Tradisi menghafal Qur’an di kalangan umat Muslim berasal dari tradisi oral bangsa Arab semasa hidup Muhammad, terlebih lagi Muhammad buta huruf, jadi mengandalkan hafalan, Maka jgn heran jika kisah2 dlm Injil (yg diketahui Muhammad dari kalangan orang Kristen n Jahudi) dlm penuturan Muhammad seringkali berbeda dg yg aslinya. Muhammad menyadari potensinya utk memimpin n menyatukan bangsa Arab akan menjadi lebih sempurna dg membentuk agama sendiri dimana dia sendiri berperan sbg nabinya. Sbg agama baru hrs memiliki kitab suci sendiri, maka diciptakanlah Qur’an yg isinya seringkali tdk konsisten n tdk sistematis. Dlm perjalanan karier kenabiannya selama 23 thn, tentulah pandangan2nya terhadap persoalan2 disekitarnya berbeda-beda dari awal karier kenabiannya dg masa2 selanjutnya. Hal ini yg menyebabkan ayat2 yg dibuatnya menjadi tdk konsisten. Yg menjadi momok dari ajaran Muhammad hingga saat ini adalah apapun bentuk kejahatan yg dilakukan pengikutnya asal dimulai dg teriakan “ALLOOHUAKBAR” menjadi halal. Betul2 tipuan SYETAN.

  5. john says:

    ALLOOHUAKBAR !!!! itulah kata-kata muhammad dan para cowboy-cowboy-nya dlm perang UHUD melawan bala tentara Quraizh, namun yg terjadi malah Muhammad cs lari tunggang langgang seperti Bencong yg dikejar Satpol PP, dgn kepala yg berdarah muhammad sembunyi di dlm gua seperti tikus … Kalau Quran itu benar, kenapa kalifah Utsman membakar nats Quran pada awalnya ?? Kalau betul muhammad yg konon katanya hadir sbg pembawa akhlak yg baik mengganti zaman jahiliyah, tetapi kenapa justru akhlak dia malah seperti hewan, anak kecil umur 6 thn malah dia kawinin, dan sgt doyan kawin, belum lagi pembunuhan2 dan peperangan yg dia lakukan, mending sebelum muhammad lahir, negeri arab lebih makmur dan tenteram tidak ada peperangan dan damai, dimana suku kristen najran dan suku quraizh pagan hidup damai berdampingan tetapi setelah islam ada, situasinya malah kacau, sukunya sendiri-pun (Quraizh) tidak luput dia perangi, belum lagi suku2 di sekitar mekkah dan madinah

  6. hambaAllah says:

    kalau anda tidak bisa memahami Al-Quran, sebaiknya anda diam. dalm surat al-an’am ayat 93 itu merupakan firman Allah. bukan perkataan nabi Muhammad atau yang lainnya. penghinaan anda terhadap al-quran sama sekali tidak bisa dibuktikan kebenarannya. hanya orang bodohlah yang menolak kebenaran akan al-quran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s