Dualisme dalam Quran

Bill Warner adalah direktur pusat studi Islam Politis (The Center for the Study of Political Islam – CSPI). Tujuan CSPI adalah untuk mengajarkan doktrin Islam politis lewat buku-bukunya kini telah menghasilkan sejumlah serial. http://www.cspipublishing.com

Ini yang Dikatakannya:

CSPI adalah sekelompok akademis yang membaktikan studi ilmiah mereka terhdp teks-teks fondasi Islam — Quran, Sirat Rasulullah (biografi tentang Muhammad) dan Hadis (tradisi Islam). Ada dua area studi Islam; doktrin (teori) dan sejarah serta hasilnya. CSPI mempelajari sejarah untuk melihat hasil di lapangan dari doktrin tersebut.

CSPI nampaknya adalah kelompok pertama yang menggunakan metoda statistik untuk mempelajari doktrin tersebut. Studi-studi ilmiah terhadap Quran sebelumnya hanya mengutamakan studi bahasa Arab.

Prinsip pertama kami adalah bahwa Quran, Sirat & Hadis harus diambil sebagai satu keseluruhan. Kami menyebutnya ‘Trilogi/Trinitas Islamik’ untuk menekankan kesatuan teks-teksnya.

Dualisme Adalah Fondasi dan Kunci Untuk Mengerti Islam

Hasil kesimpulan kami yang paling utama adalah bahwa DUALISME adalah fondasi dan kunci untuk mengerti Islam. Islam selalu mengandung dua arti, dimulai dengan deklarasi pendiriannya: (1) tiada tuhan selain Allah dan (2) Muhammad adalah rasulNya. Oleh karena itu, Islam adalah Allah (Quran) dan Sunnah (perkataan dan perbuatan Muhammad ditemukan dalam Sirat dan Hadis).

Orang tidak habis-habisnya membahas apakah islam agama damai? Atau ideologi radikal? Muslim moderat atau Bin Laden yang muslim asli?

Dualisme/Kontradiksi dalam Al Qur’an

Untuk mengerti logika Quran, kita harus melihat jumlah besar KONTRADIKSI yang dikandungnya. Dipermukaan, Islam mengatasi dualisme itu dengan melakukan prinsip yang dinamakan “abrogasi”. Ini berarti bahwa ayat-ayat yang ditulis belakangan (versi Medinah) membatalkan ayat-ayat yang lebih dini (versi Mekah). Namun karena Quran dianggap pernyataan sempurna Allah, kedua versi Quran itu (baik versi Mekah maupun Medinah) dianggap benar dan sakral. Ayat belakangan dianggap “lebih baik,” namun ayat dini juga tidak dapat dikatakan salah, karena Allah dianggap sempurna. Inilah dasar-dasar DUALISME. Kedua versi adalah ‘benar’. Kedua sisi yang kontradiktif ini dianggap benar dalam logika dualisme.

Contoh:
(Quran ayat Mekah) [73.10] “Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.”

Namun dari ayat toleransi diatas itu, kami kini beralih ke ayat paling intoleran dimana tiba-tiba sang Pencipta Alam Semesta BENCI benar dengan kafir:

(Quran ayat Medinah) [8.12] “… Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.”

Logika Barat didasarkan pada hukum kontradiksi—kalau dua hal bertentangan (kontradiksi), maka paling tidak satu mestinya salah. Namun logika Islam adalah DUALISTIK; dua hal bisa saling kontradiksi dan keduanya benar.

Tidak ada sistim dualistis yang bisa diukur oleh satu jawaban. Inilah alasan mengapa argumen tentang mana Islam “yang benar” tidak akan pernah selesai, karena memang tidak ada satu jawaban.

Sistim Dualistis Hanya Bisa Diukur Dengan Statistik

Contoh, mari kita lihat pertanyaan ini:

Apa sih sebenarnya jihad? Perjuangan batin atau perang?

Nah, mari kita lihat hadis Bukhari, karena ia berulang-ulang berbicara tentang jihad. Dalam Bukhari, 97% rujukan jihad adalah tentang perang dan 3% tentang perjuangan batin. JADI, jawaban statistiknya adalah jihad = 97% perang dan 3% = perjuangan batin. Apakah jihad = perang? Ya (97%). Apakah jihad = perjuangan batin? Ya (3%).

Jadi, dalam setiap argumen tentang Islam, jawabannya adalah selalu: kedua-duanya benar. Kedua sisi dualisme itu betul.

Sumber: Faithfreedom.org

About siapmurtad

Siap memaparkan kesalahan alquran
This entry was posted in BERITA, QURAN and tagged , . Bookmark the permalink.

9 Responses to Dualisme dalam Quran

  1. Adi says:

    Injil yang diwahyukan Allah kepada Yesus tidak lagi dipertahankan kemurniannya dari serbuan ajaran penyembah berhala. Para penulis injil bukannya menulis ajaran Tauhid yang diajarkan Yesus tetapi ajaran baru yang mengawinkan ajaran Yesus dengan ajaran penyembah berhala disesuaikan dengan keinginan para penyembah berhala di kerajaan Romawi. Hal ini dikemukakan dengan jelas oleh Max I Dimont, professor sejarah Yahudi di amerika Serikat, Kanada, Afrika Selatan, Brazilia dan Finlandia dalam bukunya Jews, God and History, 1962, hal 147:
     
    ” The accounts o f the history o f Christianity in the Pauline Epistles and the Gospels, especially the latter relate to the trial o f Christ, become under-standable now that we realize they were written not for the Jews but for the pagans”
    (Cerita tentang sejarah Kristen dalam Surat-Surat Paulus dan Injil-injil (dalam Alkitab), terutama (Injil-injil) yang menulis tentang penyaliban Yesus, menjadi jelas dan kita sadari sekarang bahwa (Surat-Surat Paulus dan Injil-injil) tersebut bukan ditulis untuk umat Yahudi (umatnya Yesus), tetapi untuk penyembah berhala).
     
    Ajaran Yesus yang bercampur baur dengan ajaran penyembah berhala yang ditulis oleh para penulis Injil dari kerajaan Romawi, menjadi lebih parah ketika para penyalin Injil mendapat restu Gereja untuk merubah, menambah dan mengurangi atau menciptakan ayat-ayat baru dan memasukkannya kedalam Alkitab seakan-akan ayat asli atau ucapan Yesus. James H. Charlesworth dalam bukunya Jesus and the Dead Sea Scrolls, 1992, hal 150 menjelaskan:
    ” It is certain that Jesus’ authentic words were altered signi f icantly in the f orty years that separated his cruci f ixion f rom the composi tion o f the first Gospel”
    (Jelas bahwa kata-kata yang diucapkan Yesus telah banyak dirubah selama 40 tahun yang memisahkan antara penyaliban dan penulisan Injil yang pertama (Injil Markus)
    Pernyataan serupa juga datang dari Robert W. funk dan Roy W. hoover dalam buku mereka The Five Gospels:
    “Word borrowed f rom the f und o f common lore or the Greek scriptures are o f ten put on the lips o f Jesus.. the evangelists f requently attributed their own statement to Jesus”
    (Kata-kata yang diambil dari cerita rakyat atau naskah Yunani sering disuapkan kepada Yesus untuk diucapkan… Para penginjil sering mengaku bahwa ucapan yang mereka ciptakan adalah ucapan Yesus)
    Selanjutnya mereka menambahkan:
    “And handmade manuscript have almost always been ‘corrected’ here and there, o f ten b y more than one hand”
    (Dan naskah yang ditulis tangan hampir selalu ‘dikoreksi’ (dirubah) disana sini, kebanyakan oleh lebih dari satu orang).
    Perbuatan ini sangat dicela oleh Allah SWT yang tercermin dalam Al-Qur’an surat al-Baqarah 2:79:
    “Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan”. (al-Baqarah 2:79)

    • hendry says:

      Bung, jangan pakai pribahasa “pertahanan yang terbaik adalah menyerang” dong. Bertahan (jawab dulu) dong baru menyerang (bertanya) .
      Jadi seru kan

  2. surek says:

    buat yang buat tulisan di atas,,

    Kayak nya anda sudah bnyak baca quran,,renungkan lagi isi nya,,sebelum terlambat…

    Anda berniat menyesat kan orang dan Umat Islam,,tapi sadarlah..
    padahal anda adalah menyesatkan diri anda sendiri,,sadarilah itu…
    Palagi kalau kamu sudah tahu benar tapi , menyembunyikan kebenaran,,dan malah pasang artikel yang kamu sendiri tidak tahu dan ambil ayat septong2,,,tuk menyesat kan manusia…
    Jangan lah anda memposting sesuatu anda tidak mengerti dan apalagi Berbohong,,
    berani sekali anda menentang Allah SWT tuhan semesta alam…
    Palagi kalau anda sudah tahu kebenaran ,tapi sengaja menyembunyikan ,,mengajak orang untuk kesesatan,,hati2 ya,,takut lah pada Tuhan Semsta Alam.
    Jangan buat analisa sendiri,,dengan Kata-kata Menurut saya,,sya rasa,,analisa saya,,kemungkinan,,bnyak sekali argument2 anda yg reka2 menurut fikiran anda sendiri,,padahal anda tidak tahu apa yg anda ucapkan.dan menyampai kan kebohongan untuk menyesatkan manusia..
    Sudah bnyak memang dari jaman dulu manusia yang melakukan hal seperti kamu lakukan

    kalau anda berani,,terimalah tantangan ALLAH SWT,,surat: 2-23
    buat lah 1 surat saja sperti al quran,,ajak pastor dan teman 2 mu,,
    selamat mencoba,,kalau sudah bisa ,,tolong posting lagi ya..
    Anda coba agak 50 baris kalaimat saja,,selamat mencoba,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

    Berikut Teguran Allah SWT buat orang2 pembohong yng membawa kesesatan seperti anda,,

    Surat 2;23:
    Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba
    Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.
    Surat 2-24:
    Maka jika kamu tidak dapat membuat (nya) dan pasti kamu tidak akan dapat membuat (nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.
    Surat 2-78:
    Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga.
    Surat 2-79:
    Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.
    Surat 2-101:
    Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (kitab) yang ada pada mereka, sebahagian dari orang-orang yang diberi Kitab (Taurat) melemparkan Kitab Allah ke belakang (punggung) nya seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah Kitab Allah).
    Surat 2-113:
    Dan orang-orang Yahudi berkata: “Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan”, dan orang-orang Nasrani berkata: “Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan,” padahal mereka (sama-sama) membaca Al Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui, mengatakan seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili di antara mereka pada hari kiamat, tentang apa-apa yang mereka berselisih padanya.
    Surat 2-159:
    Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati,
    Surat 2-160:
    kecuali mereka yang telah tobat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itu Aku menerima tobatnya dan Akulah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.
    Surat 2-174:
    Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak akan menyucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih.
    Surat 2-176:
    Yang demikian itu adalah karena Allah telah menurunkan Al Kitab dengan membawa kebenaran; dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang (kebenaran) Al Kitab itu, benar-benar dalam penyimpangan yang jauh.
    Surat 2-256:
    Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
    [3.42] Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).

    [3.43] Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk.

    [3.44] Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita gaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa.

    [3.45] (Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),

    [3.46] dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia termasuk di antara orang-orang yang saleh.”

    [3.47] Maryam berkata: “Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-laki pun.” Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia.

    [3.48] Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil.

    [3.49] Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israel ( yang berkata kepada mereka): “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.”

    [3.50] Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

    [3.51] Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus”.

    [3.52] Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani Israel) berkatalah dia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: “Kami lah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.

    [3.53] Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)”.

    [3.54] Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.

    [3.55] (Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya”.

    [3.56] Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Ku-siksa mereka dengan siksa yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong.

    [3.57] Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang lalim.

    [3.58] Demikianlah (kisah ‘Isa), Kami membacakannya kepada kamu sebagian dari bukti-bukti (kerasulannya) dan (membacakan) Al Qur’an yang penuh hikmah.

    [3.59] Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.

    [3.60] (Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.

    [3.61] Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.
    [3.65] Hai Ahli Kitab, mengapa kamu bantah-membantah tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kamu tidak berpikir?

    [3.66] Beginilah kamu, kamu ini (sewajarnya) bantah membantah tentang hal yang kamu ketahui, maka kenapa kamu bantah-membantah tentang hal yang tidak kamu ketahui?; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.

    [3.67] Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.”

    [3.68] Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), serta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman.

    [3.69] Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.

    Surat 3-70:
    Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui (kebenarannya).
    Surat 3-71:
    Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang hak dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui?
    Surat 4-48:
    Hai orang-orang yang telah diberi Al Kitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Al Qur’an) yang membenarkan Kitab yang ada pada kamu sebelum Kami merobah muka (mu), lalu Kami putarkan ke belakang atau Kami kutuk mereka sebagaimana Kami telah mengutuk orang-orang (yang berbuat ma’siat) pada hari Sabtu. Dan ketetapan Allah pasti berlaku.
    Surat 4-171:
    Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.

  3. Anonymous says:

    Haiss…panjang-lebar…namun secara statistik di atas telah terbukti bahwa ISLAM BERMUKA DUA, saat lemah ayat Mekah saat mendominasi ayat Medinah…ini menunjukkan sifat MUNAFIK dan LICIK…

  4. jin dan jun says:

    itulah kebiadaban islam
    agama palsu yg di bawa oleh si bajingan anjing keparat muhamad sang gangster kriminal dari arab.
    SEORANG PEMBUNUH BIADAB
    SEORANG PEDOFILIA
    SEORANG PEZINAH
    SEORANG MANIAK SEX
    SEORANG PENIPU
    SEORANG PERAMPOK DAN PENJARAH

    sudah kekal membusuk di neraka jahanam muhamad pria arab haram jadah sang binatang iblis terkutuk itu

  5. pemimpi says:

    mau anda jelaskan bagaimanapun juga islam itu sudah jelas salah , surga anda saja memecahkan perawan dan kesimbukannya itu saja sudah telak abahwa islam ajaran setan

  6. Pemimpi…
    Aku suka gaya lo… muahaha……

    Pasti kamu tidak seagama dengan Jin Muslim.. Setan beragama islam….

    Syurga yg dijanjikan muhammad sebenarnya hanya iming iming dan ilusi muhammad agar orang mau tunduk dan rela mati untuk kepentingannya.

    Seandainya muhammad tidak bohong tentang surganya itu, pasti saat mw mati dia akan bahagia karena bakal terpenuhi hasratnya pesta sex dgn 72 bidadari yg tetap perawan…. tapi kenyataannya dia ketakutan dan terus mohon ampun saat sekarat.

    Ini membuktikan surga islam hanyalah isapan jempol muhammad saja.

  7. fateeh says:

    Indonesia tanpa islam dan jihadnya menjadi milik penjajah
    Indonesia tanpa kristen syariat islam tegak pencuri korupsi potong tangan, pembunuh hukum mati meskipun itu karena tabrakan kendaraan
    Kristen pewaris penjajah metode untuk mencari simpatipun masih sama divide et impera
    Gajah dipelupuk mata tak tampapada ajaran kristen diungkap tuntas berikut buktinya di http://www.muslim-menjawab.com

  8. lemarikubukanpymu says:

    alquran adalah fakta bahwa manusia akan bertemu dengan anti kristus.
    anti > berbentuk penolakan.
    sementara
    kristus > juruselamat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s