ANTIKRISTUS

Daftar Isi

Ucapan Terimakasih
Pendahuluan

Bagian Satu: Pendahuluan Untuk Eskatologi dan Doktrin Islam
Pasal 1 : Mengapa Buku Ini? Kesadaran Akan kebangkitan Islam
Pasal 2 : Teks-teks Suci Dalam Islam
Pasal 3 : Eskatologi Islam
Pasal 4 : Sang Mahdi: Mesias Yang Dinantikan Dalam Islam
Pasal 5 : Perbandingan Anti Kristus Alkitab Dan Sang Mahdi
Pasal 6 : Yesus Muslim
Pasal 7 : Perbandingan Antara Nabi Palsu Dan Yesus Muslim
Pasal 8 : Dajjal: Anti Kristus versi Islam
Pasal 9 : Perbandingan Antara Yesus Alkitab Dan Dajjal
Pasal 10: Kembalinya Kerajaan Anti Kristus Islam
Pasal 11: Natur Gelap Wahyu-wahyu Muhammad
Pasal 12: Roh Antikristus Dalam Islam
Pasal 13: Kebencian Kuno Islam Terhadap Orang Yahudi
Pasal 14: Kemartiran Akhir Jaman dan Praktek Pemenggalan Kepala Dalam Islam
Pasal 15: Jihad Dan Tujuan Islam Untuk Mendominasi Dunia
Pasal 16: Memahami Ketidakjujuran dan Penipuan Dalam Islam
Pasal 17: Penyesatan Besar, Teror, dan Harga Pertobatan Islam
Pasal 18: Kesimpulan Perbandingan-perbandingan Antara Narasi Islam Dan Alkitab
Mengenai Akhir Jaman

Bagian Dua: Kelanjutan Analisa
Pasal 19: Problem-problem Potensial Mengenai Tesis
Pasal 20: Pemikiran-pemikiran Selanjutnya

Bagian Tiga: Bagaimana Kita Harus Meresponinya?
Pasal 21: Merespon Dengan Doa
Pasal 22: Merespon Dengan Menjangkau
Pasal 23: Mempersiapkan Diri Untuk Kesyahidan

Tambahan
Daftar Pustaka
Catatan Kaki

Komentar

“Dengan pikiran seorang sarjana dan hati seorang pendoa syafaat, Joel Richardson telah mengemukakan sebuah gambaran yang menggugah rasa ingin tahu kita akan “peperangan akhir jaman” yang akan datang. Saat Islam militan bangkit dengan angkara murka, dan dengan dukungan suatu roh yang anti-semitis, pada saat itu akan bangkit pula sekelompok orang yang rela memberikan hidup mereka bagi Injil Yesus Kristus. Menggemparkan…Mencerahkan…dan merupakan sebuah penyadaran untuk semua orang percaya yang tulus hati”.
– James W. Goll, Pendiri Encounters Network
Penulis The Seer, The Lost Art of Intercession and Praying for Israel’s Destiny

“Joel Richardson telah menyampaikan sebuah konsep yang cerdas, patut dipikirkan, penuh belas kasih dan berdasarkan Firman Tuhan; berkenaan dengan anti paralel teologis yang menakjubkan, antara eskatologi Islam radikal dan iman Alkitabiah. Ia sangat menekankan bahwa hal ini bukan suatu kebetulan humanistis semata. Namun, Joel juga bukan seorang yang bereaksi secara berlebihan, juga bukan seorang radikal paranoid.

Melainkan, ia adalah seorang yang mencari dan mengasihi kebenaran, seorang yang mempunyai kasih dan keberanian untuk memaparkan bukti-bukti historis dan teologis mengenai keyakinan-keyakinannya di hadapan kita, dan kemudian memberikan kepada kita kewenangan untuk menguji fakta-fakta itu sendiri, sehingga kita sendiri dapat menarik kesimpulan. Joel Richardson adalah seorang pelayan Yesus Kristus yang rendah hati, dan saya sangat mengenalnya sebagai seorang suami yang setia dan mengasihi keluarganya. Ia bagai seorang bapa dan sahabat bagi semua orang yang dibawa oleh Tuhan ke dalam jalan hidupnya. Kiranya Tuhan juga memberikan pada kita semua keberanian untuk membuka mata kita terhadap peperangan rohani yang terus memanas, yang harus kita hadapi dalam jaman yang rusak ini, dan juga membuka mata kita terhadap keindahan karya Kristus di bumi, sehingga dalam dunia ini kita mampu mengarahkan hidup kita dengan baik, hingga saatnya muka dengan muka kita bertemu dengan Tuhan Yesus”.
-Michael Sullivant Gembala, Penulis, Pembicara Konferensi

“Ini adalah buku yang harus dibaca oleh semua orang yang berminat mempelajari nubuat Alkitab mengenai akhir jaman! Joel Richardson telah mengungkapkan hal-hal penting mengenai adanya konsensus peranan penting Islam dalam kerajaan Anti Kristus. Bukti-bukti yang dipaparkan Joel berasal dari Hadith yang merupakan tradisi Islam, yang sangat dikenal orang Muslim dan merupakan sumber penting bagi doktrin Islam; namun tidak banyak dipahami oleh orang Barat. Pembaca yang memiliki pikiran terbuka tidak akan mampu mengabaikan paralel-paralel yang luarbiasa antara tradisi-tradisi Islam dan agenda Anti Kristus, seperti yang digambarkan oleh Alkitab. Pemaparannya yang jelas dan memberikan pemahaman mengenai pentingnya pemenggalan kepala dalam hukum Islam, sangat menggentarkan. Skenario mengenai bagaimana dunia ini akan menjadi pengikut Anti Kristus benar-benar mencengangkan. Yesus mengingatkan kita untuk berdoa dan berjaga-jaga oleh karena masa pengujian sedang mendatangi dunia ini. Anda akan mendapati diri anda melakukannya. Bagi pembaca yang hanya dapat dipuaskan dengan kebenaran, buku ini adalah buku yang harus anda masukkan ke dalam perpustakaan anda”.
-Robert Livingston, Misionaris untuk Timur Tengah,
Penulis – Christian and Islam: The Final Clash

“Pengetahuan Joel yang menyeluruh mengenai Islam memberikan banyak informasi yang membantu orang Kristen untuk memahami tradisi-tradisi dan pengajaran Islam, menyingkapkan kesamaan-kesamaan mengejutkan antara nubuat Kristen mengenai akhir jaman dengan pengharapan-pengharapan Islam untuk mendominasi dunia. Keseimbangannya dalam menggunakan teks-teks Islam dan Alkitab sangat meyakinkan, sehingga setelah membaca buku ini kita tidak akan ragu lagi untuk mengatakan bahwa Anti Kristus itu tidak lain tidak bukan adalah seorang Kalifah Muslim. Namun yang paling saya hargai adalah bagaimana ia menyampaikan argumennya tidak dengan cara meracuni, namun dengan bijaksana, bahkan kasih, saat ia mendorong orang Kristen untuk mengasihi tetangga-tetangga Muslim mereka, dan memenangkan mereka bagi Kristus. Buku ini adalah bacaan yang penting bagi semua orang Kristen yang ingin belajar lebih banyak lagi mengenai agama dunia yang saat ini sedang berkembang dengan sangat cepat, atau mereka yang ingin menyiapkan diri dengan lebih baik untuk berdialog dan bersaksi kepada orang Muslim”.
-Steve Alt, Asisten Profesor teologi,
F.I.R.E. School of Ministry, Concord, NC

“Setelah bertahun-tahun berefleksi, saya mengabaikan detil-detil spesifik dalam skenario akhir jaman. Namun, buku ini sungguh memuat detil-detil spesifik seperti itu, dan saya juga percaya bahwa Islam adalah sistem Anti Kristus pada akhir jaman. Hal itu dipaparkan dalam buku ini, dalam sebuah skenario yang sangat mungkin terjadi. Sebagai tambahan, informasi dalam buku ini mengenai Islam dan Anti Kristus sangatlah penting, dan sepengetahuan saya informasi ini tidak akan anda dapatkan di tempat lain. Menurut saya, dalam jaman yang penuh dengan teror Islam seperti saat ini, memahami informasi mengenai eskotologi Islam yang dikemukakan dalam buku ini sangatlah penting. Oleh karena itu jelaslah bahwa buku ini memberikan kontribusi yang sangat berarti. Saya sangat menganjurkan agar anda benar-benar menguji informasi yang terdapat dalam halaman-halaman buku ini”.
-Dr. Daniel C. Juster, Penulis Jewish Roots dan Israel the Church and the Last-days,
Direktur Eksekutif dari Tikkun Ministries International

“Joel Richardson melayani dalam komunitas Kristen dan juga Muslim. Secara menyeluruh ia mempelajari dokumen-dokumen penting mengenai Islam pada awal berdirinya, dan para teolog muslim yang muncul di kemudian hari, dan juga Perjanjian Baru. Ia menyimpulkan semua itu dengan baik tanpa menjadi terlalu teknis. Buku ini menjelaskan perbedaan antara kekristenan dan Islam. Ini adalah sebuah buku yang harus dibaca oleh orang Kristen dan juga orang Muslim”.
-James M. Arlandson (Ph.D.) pengajar di sebuah perguruan tinggi di California selatan
dan secara reguler menulis untuk American Thinker.com dan Answering-Islam.org

“Joel Richardson memberikan sebuah analisa yang mendalam mengenai Islam dan figur mesianis dalam Islam. Buku ini penting untuk mengetahui penggenapan nubuat Alkitab mengenai akhir jaman pada masa kita dan memahami peranan yang dimainkan Islam di dalamnya”.
-Pendeta Reza F. Safa, mantan Muslim radikal,
Penulis Inside Islam

“Saya sangat menyukai buku ini! Joel Richardson adalah suara yang meneriakkan berita yang penting pada saat ini. Saya percaya bahwa semua orang harus membaca buku ini dan memahami urgensi beritanya, dan memperhatikan kenyataan-kenyataan dan peringatan-peringatan yang ada dalam buku ini. Ini adalah (tugu) pengingat yang luarbiasa akan adanya kebutuhan untuk mengerti akan posisi semua orang percaya dan tanggung-jawab yang menyertainya”.
-Mansour Khalil, mantan Muslim

12 Responses to ANTIKRISTUS

  1. Haydar Ali says:

    Luar biasa bullshit karangan bukunya hahahahahahhhhhhhh dr dulu kami muslin memang sangat anti kristus…kita tahunya sich nasrani brew,kalo nasrani tuch agamanya Nabi Isa As/Yesus menurut ente,kitapun sangat menjunjung tinggi ajarannya yg tanpa kepalsuan,la la la kalo kristen sich kita tahunya agama buatan paulus tuch,agama sesat menyesatkan wajib diperangi!!! Itu alasannya kita anti kristus

  2. Anonymous says:

    tuhan kristen snggh membingungkan,tadinya tuhan mnjadi manusia terus diberkati oleh allah situhan yg jadi manusia tadi.yg mana sih tuhan nya?

  3. Ikan Mas says:

    “SEKILAS TENTANG PAULUS”

    Para kristolog tentu sudah mafhum bahwa pasca kenaikan Isa Al Masih, tampaknya banyak kaum nasrani tidak lagi mengamalkan ajarannya.
    Injil direvisi total, Isa Al Masih dan Rohul Qudus (melalui berbagai tahap konsili) telah di tuhan-kan, umat manusia perlahan kembali menganut ajaran paganisme.
    Setelah Isa Al Masih diangkat serta para sahabatnya telah tiada, maka penganut ajaran Isa (kaum nasrani) menjadi minoritas. Mereka harus berjuang menyelamatkan nyawa dari kejaran para paganisme sebagai perusak pertama ajaran Isa Al Masih yang dipelopori oleh paulus.
    Awal kebohongan pertama paulus adalah pada saat ia memacu kencang kudanya dan sekonyong-konyong kudanya terjatuh dan paulus terlempar jauh. Dalam setengah sadar paulus berkata bahwa ia mendengar pesan Isa Al Masih agar menyebarkan ajarannya.
    Katanya lagi, bahwa sebagai orang yang paling berdosa, ia telah meminta ampun dan bertobat sambil menepuk-tepuk kepalanya dengan debu, ia menyesal karena telah berdosa menjadi tangan setan yang membantai dan membunuh pengikut-pengikut Isa Al Masih (dalam hal ini kaum nasrani)
    Ketika paulus datang ketempat para murid Isa Al masih, saat itu terjadi perdebatan yang sangat menegangkan antara mau menerimanya atau menolaknya. Tapi berkat pengaruh Barnabas, akhirnya paulus dapat diterima, lalu ditempatkan disuatu pertapaan.
    Dipertapaan, paulus bukannya bertobat melainkan menggunakan kesempatan untuk menyusun doktrin-doktrin diantaranya :
    – Menghilangkan syariat Nabi Musa dan Nabi Isa Al Masih seperti : Khitan
    – Merubah ajaran Isa Al Masih dengan mendirikan agama kristen (katolik), dll.
    Tidak sampai disitu saja, bahkan kitab Injil sebagai Wahyu Allah untuk Nabi Isa putra Maryam, oleh paulus berani menambah isinya bahkan dijadikan ajaran pokok umat kristen sampai saat ini, diantaranya :
    1. Surat paulus kepada jemaat di roma
    2. Surat pertama paulus untuk jemaat di korintus
    3. Surat kedua paulus untuk jemaat di korintus
    4. Surat paulus untuk jemaat di galatia
    5. Surat paulus untuk jemaat di efesus
    6. Surat paulus untuk jemaat di filipi
    7. Surat paulus untuk jemaat di kolese
    8. Surat paulus pertama untuk jemaat di tesalonika
    9. Surat paulus kedua untuk jemaat di tesalonika
    10. Surat paulus pertama kepada timotius
    11. Surat paulus kedua kepada timotius
    12. Surat paulus kepada titus
    13. Surat paulus kepada filemon

    Belum selesai , masih ada dari sahabat-sahabat paulus yaitu :

    14. Surat yakobus
    15. Surat petrus yang pertama
    16. Surat petrus yang kedua
    17. Surat yohanes yang pertama
    18. Surat yohanes yang kedua
    19. Surat yohanes yang ketiga
    20. Surat yudas

    -MENGENAI INJIL MATIUS, MARKUS, LUKAS & INJIL YOHANES, SESUNGGUHNYA ITU BUKAN WAHYU YANG DITURUNKAN LANGSUNG OLEH ALLAH SWT KEPADA MURID-MURID NABI ISA AS ITU, MELAINKAN HANYA BERUPA KESAKSIAN PARA MURID-MURID NABI ISA AS TENTANG RIWAYAT, UCAPAN, TINDAKAN DAN PERILAKU NABI ISA AS SELAMA HIDUPNYA!

    JADI BILA DIBANDINGKAN DENGAN ISLAM, MAKA SEHARUSNYA INJIL MATIUS, MARKUS, LUKAS DAN INJIL YOHANES ITU ADALAH SAMA DENGAN HADIST DAN BUKANNYA KITAB SUCI? JUGA PENYUSUNANNYA HARUS TERPISAH DENGAN KITAB SUCI.

    JUGA BELUM TERMASUK LATAR BELAKANG ORANG YANG MENG-RIWAYATKAN HADIST TERSEBUT, APAKAH ORANG TERSEBUT, HIDUP DI ZAMAN NABI TSB, KEMUDIAN DAPATKAH ORANG TERSEBUT DIPEGANG UCAPANNYA? BAGAIMANA LATAR BELAKANG ORANG TERSEBUT? BAGAIMANA LATAR BELAKANG KELUARGA & KETURUNANNYA, DSB?

    MAKANYA DALAM ISLAM TIDAK SEMUA HADIST DAPAT DIBENARKAN, TERGANTUNG SIAPA YANG MENG-RIWAYATKAN HADIST TERSEBUT? TERMASUK SEKALIPUN DIA SEORANG YANG JUJUR TETAPI JIKA IA LAHIR BUKAN DI ZAMAN NABI MUHAMMAD SAW, MAKA HADIST TERSEBUT BELUM TENTU HADIST YANG BENAR, MENGAPA? SEBAB HADIST-HADIST ITU SEBAGIAN BESAR DIRIWAYATKAN SETELAH RATUSAN TAHUN NABI MUHAMMAD SAW WAFAT! WALLAHU’ALAM BISHOWAB,…

    CATATAN :
    -SUNGGUH LUAR BIASA SI PAULUS , SANG PENYESAT!!!
    -NABI ISA AL MASIH SAJA TIDAK BERANI MENAMBAH ISI INJIL, JUSTRU PAULUS BERANI!
    -SUNGGUH MANUSIA YANG DI LAKNAT OLEH ALLAH SWT.
    Wallahu’alam bishowab,…

    KEIMPULAN :

    -SEKITAR 94% ISI ALKITAB PERJANJIAN BARU ADALAH DIKARANG OLEH
    PAULUS & KELOMPOKNYA, DAN HERANNYA ORANG KRISTEN MENG-IMANI SEBAGAI KITAB SUCI!!!

    -PARA KRISTEN SELALU BEDALIH BAHWA SEKALIPUN DITULIS OLEH PAULUS CS, ITU DARI SISI
    TUHAN!!!

    -LOGIKANYA, BAGAIMANA DARI SISI TUHAN, SEBAB TIDAK MUNGKIN ALLAH SWT MENGANGKAT
    SEORANG PEMBANTAI & PEMBUNUH SADIS MENJADI RASUL, ITU BUAL & OMONG KOSONG

    -PARA KRISTEN AKAN BERKATA BAHWA PAULUS TELAH BERTOBAT? TAPI APAKAH TOBATNYA
    DITERIMA OLEH ALLAH SWT? BAGAIMANA DENGAN DOSANYA TERHADAP ORANG-ORANG YANG TELAH DIBANTAI & DIBUNUH, APAKAH ORANG-ORANG TSB PERNAH HIDUP KEMBALI UNTUK MEMBERI MAAF KEPADA PAULUS, KHAN TIDAK?

  4. mr.nunusaku says:

    Kita tidak perlu takut terhadap islam system anti kristus.
    Kita diberikan roh keberanian bukan roh ketakutan menghadapi islam.
    Tetapi kita tetap waspada terhadap islam system anti kristus.
    Allah sangat berkusa dengan caranya yang terindah menghancurkan mereka
    Dari dalam. Kita contoh peristiwa Timur Tengah Allah sedang main politik
    Di Timur Tengah menghancurkan dari dalam kehidupan islam.

    Ini cara Allah bekerja situasi Timur Tengah.

  5. toknu says:

    3 Bukti logis Yesus bukan Tuhan:
    1. Kalau Yesus dianggap sebagai Tuhan karena dia lahir tanpa ayah. Maka Adam adalah Tuhan yg lebih hebat lagi, karena dia dilahirkan tanpa ayah & ibu.
    2. Kalau Yesus dianggap sebagai Tuhan karena dialah sang Penebus yang mengorbankan dirinya untuk umat manusia. Maka yang menyalib & menyembelih Yesus seharusnya dipuji-puji melebihi para santo & memiliki kedudukan paling tinggi di surga. Bahkan sy kira dia jg lebih hebat dari Tuhan karena bisa membunuh Tuhan.
    3. Kalau Yesus dianggap sebagai Tuhan karena dia bisa berwujud menjadi manusia (Tuhan Anak atau Anak Tuhan), sy kira Hanoman atau Sun Go Kong lebih layak dianggap sebagai Tuhan karena bukan hanya bisa menyerupai manusia tapi bisa memecah diri menjadi banyak…hehe.. Tuhan adalah pencipta makhluk. Tidak mungkin Pencipta dengan makhluk yg diciptanya sama zatnya. Tidak mungkin robot bisa menciptakan robot, sebagaimana manusia tidak akan dapat menciptakan manusia.

    25 Desember diperingati sebagai Hari Lahir Yesus, namun perawan Maria hamil diperingati pada 8 Desember. Cepet atau lama banget di kandungannya ya…? hehe.. Trus silahkan dicek tgl 8 Desember tahun berapa itu benarkah pas musim salju? Sejak kapan di Yerusalem ada salju? Siapakah Santa Claus itu? Jadi, 25 Desember itu memperingati hari lahirnya sapah sihh…?

  6. Neo says:

    Anjing itu lebih mulia dari orang Nasrani…..

    • AhMasa says:

      Ah masa…. Anjing bahkan tidak mengawini anaknya sendiri……

      Coba lihat deh….. kelakuan Sang Nabi Berakhlak Mulia yang mengawini mantunya sendiri, menurut tradisi Arab pada jaman Sang Nabi Berakhlak Mulia, mantu bisa dianggap sebagai “anak sendiri”……

      Artinya Sang Nabi Berakhlak Mulia, lebih rendah dong daripada Anjing alias guk guk…..

      • amy says:

        coba sebut nabi yang mana? biar aku jlskan dengan detail
        dan dari mana kamu tau anjing tdk mengawini anak nya sndri? pernah buktikan?

  7. faham says:

    Misionaris Kristen, Miller : Mencari Kesalahan Al Quran, Berakhir Seperti Ini…

    Sang Penantang Al Quran : “Melakukan Riset Panjang Untuk Mencari Kesalahan Al Qur’an !”
    Gary Miller, adalah seorang ilmuwan matematika asal Kanada.

    Selain menjadi anggota dewan ahli di universitas, Miller juga aktif sebagai misionaris Kristen. Miller adalah ilmuwan yang sangat meminati bidang logika dan hal-hal logis.

    Pada awalnya, dia berpikir bahwa Al-Qur’an yang turun 14 abad yang lalu itu hanya membahas berbagai masalah di masa lalu.

    Namun seiring dengan menguatnya arus Islam di Barat, Miller pun terdorong untuk mempelajari Al-Quran lebih mendalam dengan tujuan mencari celah-celah kesalahannya, sekaligus membuktikan ketidakotentikan kitab suci umat Muslim itu.

    Miller mengatakan, “Mulai hari itu, saya membaca Al-Quran untuk mencari celah-celah kesalahan kitab ini. Melalui usaha ini, saya berharap dapat mengangkat derajat pemeluk agama Kristen di hadapan ummat Islam.”

    Dikatakannya pula, “Karena Al-Quran diturunkan 14 Abad yang lalu di padang pasir, saya berpikir bahwa kitab ini sangat terbelakang serta dipenuhi dengan kekurangan. Namun semakin saya membaca Al-Quran, saya malah semakin menemukan kebenaran yang membuat saya terkesima. Saya menyadari bahwa Al-Quran ternyata membahas berbagai masalah yang sama sekali tak ditemukan di kitab samawi lainnya.

    Kitab ini membuat saya semakin penasaran untuk mempelajari lebih mendalam lagi. Ketika membaca sura An-Nisa’, ayat 82, saya sangat terkejut. Ayat tersebut menyebutkan; “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Quran ? Kalau kiranya Al-Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.”

    Tentunya, hal yang dialami oleh cendekiawan asal Kanada ini bukanlah yang pertama kali terjadi bagi seorang non-muslim. Al-Quran adalah samudera yang tak ada batasnya dan mengandung mutiara ilmu yang tak ada habis-habisnya untuk digali.

    Sejak 14 abad lalu, para pemikir dan cendikiawan dalam berbagai bidang mengarungi lautan ilmu yang tertuang dalam kitab ini. Namun sedemikian luas dan dalamnya samudera Al Quran, membuat mereka belum mampu menemukan tepi atau akhir dari lautan ilmu ini.

    Oleh karena itu, mereka hanya bisa pasrah sambil memuji keagungan dan kebesaran Allah Swt. Al-Quran dalam surat Furqon ayat 1 menyebutkan, : “Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al-Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.”

    Sebagai seorang ilmuwan, Dr. Gary Miller memahami bahwa mengenali dan membandingkan berbagai pendapat adalah salah satu metode ilmiah dalam rangka membuktikan kebenaran. Dia juga mengatakan, “Al-Quran dengan ayat-ayat yang sangat lugas mengajak manusia untuk berpikir. Di dunia ini, tak ada seorang penulis pun yang menulis sebuah buku, kemudian dengan penuh keyakinan meminta semua pihak untuk membuktikan kesalahan-kesalahannya.”

    Miller juga mengatakan, “Di saat mempelajari Al-Quran, saya menanti ayat yang menyinggung peristiwa-peristiwa yang dialami oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, seperti wafatnya Sayidah Khadijah atau kehidupan anak-anaknya. Namun, saya malah dikejutkan oleh surat yang bernama Maryam. Sedangkan dalam kitab Injil dan Taurat, tak ada satupun surat khusus dengan nama Maryam. Selain itu, Al-Quran menyebut nama Isa Al-Masih sebanyak 25 kali, sedangkan kitab ini hanya menyebut nama Rasulullah Muhammmad Shallallahu ‘alaihi wasallam sebanyak 5 kali. Bahkan, tak ada surat yang menyebutkan nama putri atau istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.”

    Namun, cendekiawan Barat ini masih belum mantap dengan apa yang didapatkannya. Ia pun kembali melanjutkan mencari kesalahan-kesalahan Al-Quran. Kali ini, ia dikejutkan oleh ayat lainnya, yaitu Surat Al Anbiya ayat 30, yang berbunyi : “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasannya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup…”

    Miller berkata, “Ayat ini menyinggung masalah ilmiah yang penemunya mendapatkan penghargaan Nobel pada tahun 1973. Ayat ini menjelaskan teori “Big Bang” yang menghasilkan penciptaan dunia, langit, dan bintang-bintang.”

    Miller melanjutkan, “Bagian akhir ayat tersebut menyebutkan bahwa air adalah sumber kehidupan. Ini merupakan salah satu keajaiban penciptaan alam yang baru dipahami oleh sains modern. Ilmuwan modern membuktikan bahwa sel hidup terbentuk dari sitoplasma atau zat separuh cairan lekat, sedangkan bagian inti sitoplasma bersumber dari air. Dengan mempelajari ayat ini, saya sama sekali tidak lagi mempercayai klaim-klaim bohong yang menyebut Al-Quran sebagai buatan Muhammmad Shallallahu ‘alaihi wasallam semata. Bagaimana mungkin Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang tak bisa menulis dan membaca sebelum diturunkannya Al-Quran, 1400 tahun yang lalu, tiba-tiba dapat berbicara soal materi dan gas yang membentuk dunia?”

    Akhirnya, riset panjang ini menyebabkan Dr. Gary Miller tunduk menerima Islam sebagai agama yang benar. Dia kini aktif menulis berbagai makalah terkait mukjizat-mukjizat sains yang tercantum dalam Al-Quran. Di antara karya-karya Miller berjudul “Al-Qur’an Yang Menakjubkan”, “Perbedaan Al-Quran dan Kitab Injil”, dan “Pandangan Islam tentang Metode-Metode Pemberian Kabar Gembira”.

    Di samping berbicara mengenai mukjizat dan keagungan Al-Quran, Dr. Gary Miller juga membahas masalah lainnya. Dia mengatakan, “Di antara mukjizat Al Quran adalah menyampaikan ancaman-ancaman untuk manusia di masa mendatang yang tak bisa diprediksikan oleh manusia. Hal ini tak bisa diprediksi oleh manusia karena manusia seringkali menjadikan eksperimen sebagai tolak ukur kebenaran.

    Al-Qur’an juga mengidentifikasi sahabat dan musuh ummat Islam. Selain itu, kitab ini juga memperingatkan persahabatan dengan orang-orang musyrik dan mengingatkan bahwa ummat kristiani adalah sahabat yang paling dekat dengan umat Islam. Lebih dari itu, Al Quran mengemukakan data yang konkrit dan ini adalah di antara metode Al-Quran yang luar biasa.”

    Menurut Miller, “Al-Quran juga menarik perhatian para pembacanya pada hal-hal yang spesifik, bahkan kitab ini juga menyampaikan informasi-informasi baru. Informasi semacam ini tak pernah disinggung dalam kitab samawi lainnya. Sebagai contoh, surat Al-Imran ayat 44 menyampaikan peristiwa undian untuk mengasuh Sayidah Maryam as. Ayat tersebut menyebutkan, “Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa.”

    Dikatakannya pula, “Dalam Kitab Injil, jika kita ingin lebih mengetahui sebuah cerita atau mengkaji permasalahan, seringkali kita tidak mendapatkan jawabannya di kitab itu dan bahkan kita harus merujuk sumber-sumber referensi lainnya. Sementara Al-Quran menyatakan, jika seseorang ragu akan kebenaran yang disampaikannya, maka Al Quran sendiri yang akan menjawabnya. Namun, setelah saya mempelajari kitab ini secara detail, saya menyimpulkan bahwa tak seorangpun dapat menanggapi tantangan Al-Quran ini, karena pada prinsipnya, informasi-informasi dalam kitab ini Kitab ini mengungkap peristiwa masa lalu, masa kini, dan masa mendatang.”

    Pada tahun 1977, Miller terlibat debat terbuka dengan penceramah Islam terkenal; Ahmad Deedat. Logikanya jelas dan pembenarannya tampak berdasarkan niat baik untuk mencapai kebenaran tanpa kebanggaan beragama atau prasangka buruk. Banyak orang yang kemudian memperkirakan bahwa ia akan segera memeluk Islam setelah debat itu.

    Pada tahun 1978 Miller memutuskan memeluk Islam dan mengganti namanya menjadi Abdul Ahad Omar. Dia bekerja selama beberapa tahun di Universitas Minyak & Mineral di Saudi Arabia dan kemudian mengabdikan hidupnya untuk da’wah melalui program TV dan ceramah-ceramah umum tentang Islam.

    Pesan Dr. Gary Miller kepada umat Muslim:

    *“Wahai ummat Islam, kalian tak mengetahui betapa Allah Subhanahu wa ta’ala telah melimpahkan kemuliaan kepada kalian, yang tak dimiliki oleh agama-agama lain. Untuk itu, bersyukurlah karena kalian telah menjadi muslim. Berpikirlah secara mendalam untuk mengungkap kebenaran-kebenaran yang indah dalam Al-Quran. Saya mempelajari Al-Quran secara mendalam, dan kitab inilah yang menyebabkanku mendapatkan hidayah Ilahi.”*

    *Renungkanlah, dan jangan biarkan prasangka mencegah Anda menemukan jalan untuk mendapatkan hidayahNYA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s