Bab 5 POLIGAMI DAN NABI ISLAM

Selain barang rampasan dan uang tebusan, Muhammad dan para pengikutnya juga mengumpulkan tawanan-tawanan wanita. Aturan-aturan apakah yang diterapkan Muhammad dalam mengendalikan perilaku para pengikutnya terhadap tawanan-tawanan wanita mereka ?

Muhammad menyadari bahwa kaum pria yang memiliki tanggungjawab terhadap perempuan yatim atau memiliki budak-budak mungkin saja tergoda untuk melakukan kekerasan seksual terhadap mereka. Oleh karena itulah Muhammad kemudian menyarankan kepada kaum pria tersebut sebagai berikut : “Kawinilah wanita-wanita lain yang kamu senangi dua, tiga, atau empat” (Surat 4 : 3) , dengan tujuan agar pikiran-pikiran mereka tidak beralih kepada tawanan-tawanan baru yang lebih muda. Perhatikan dua adalah jumlah minimun yang disarankan Muhamad. Hal tersebut berarti monogami  diabaikan sama sekali. Karena Muhammad menyebut juga angka empat, syariat Islam yang diterapkan dimana-mana di seluruh dunia menetapkan bahwa pria Muslim diijinkan menikahi empat isteri. M.M. Ali, yang ingin menunjukkan bahwa Muhammad sebenarnya lebih menginginkan para pengikutnya bermonogami daripada berpoligami sebagai suatu solusi untuk menghindari ketidakadilan, berusaha untuk meyakinkan para pembaca Barat yang monogami dengan mengatakan : “Ayat tersebut hanya mengijinkan poligami dengan syarat-syarat tertentu, bukannya memerintahkan orang supaya berpoligami”.1 Jika memang demikian, mengapa Muhammad tidak mengatakan  dalam Surat 4 : 3 sebagai berikut: “Kawinilah wanita-wanita lain yang kamu senangi; satu, dua, tiga, atau empat …………..”. Selain itu, walaupun Muhammad sendiri tidak sepatah katapun menyebutkan  monogami sebagai suatu hal yang bisa diterima , M.M. Ali tetap berusaha meyakinkan kita bahwa Alquran lebih menginginkan monogami daripada poligami. Benarkah demikian ?

Kebijakan Muhammad adalah poligami bagi yang kuat dan monogami bagi yang lemah.

Memang benar dalam Surat 4 : 3 Muhammad juga menyatakan : “Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil (maksudnya dalam memenuhi kebutuhan lahiriah beberapa isteri yang akan dinikahi), maka kawinilah seorang saja”. Muhammad memang merekomendasi  monogami tetapi sebagai pilihan terakhir. Mengawini satu isteri hanya dilakukan  oleh kaum pria yang mempunyai masalah pribadi yang menyebabkan mereka tidak mampu “berlaku adil”. Poligami bagi yang kuat dan monogami bagi yang lemah merupakan kebijakan Muhammad.

 

MUHAMMAD,  PERKAWINAN DAN PARA BUDAK

 

Ketika masih muda tingkah laku Muhammad dalam bermasyarakat sangat terpuji. Pada usia 25 tahun dia menikahi Siti Khadijah yang telah berusia 40 tahun. Selama 25 tahun usia perkawinan mereka, Muhammad tetap monogami. Khadijah meninggal 3 tahun sebelum Muhammad hijrah dari Mekah ke Medinah. Menurut para pengikutnya pada saat itu, Muhammad adalah seorang monogamis. Mengapa dia tidak mempertahankan sifat monogaminya agar menjadi contoh bagi para pengikutnya ? Pasti telah terjadi suatu perubahan dalam diri Muhammad. Pada waktu masih di Mekah (bersama Khadijah) Muhammad tidak pernah melakukan kekerasan, dia juga tidak pernah merampok, juga bukan seorang poligamis.  Ketika dia di Medinah segalanya berubah , dia menjadi seorang yang suka kekerasan, suka merampok dan menjadi seorang poligamis. Mengapa dia berubah ? Perlu diketahui keberadaannya di Medinah adalah karena dia diusir oleh orang-orang Arab Mekah. Hal tersebut bisa diartikan  bahwa dia menyimpan dendam untuk membalas perbuatan orang-orang Arab Mekah tersebut. Untuk dapat membalas dendam dia membutuhkan kekuatan bersenjata dan dana yang dapat diperolehnya  melalui jalan kekerasan dan merampok para kafilah, selain itu agar misinya menyiarkan agama Islam berjalan mulus dia harus menyingkirkan atau membunuh para penghalangnya ( yang dimaksud adalah orang-orang Yahudi ). Mengapa Muhammad menjadi poligamis ?  Tidak lama setelah Khadijah meninggal , seorang pemuja Muhammad membawa anak perempuannya, Aisha, yang baru berusia 6 tahun untuk diserahkan kepada Muhammad agar diperisterinya. Muhammad ternyata menerima tawaran tersebut dan tiga tahun kemudian Aisha yang masih berumur 9 tahun dinikahinya secara resmi. Umat Muslim kala itu cukup terkejut dibuatnya. Mungkinkah Muhammad seorang “pedophilia” ( orang yang gemar bercinta dengan anak-anak) ?

Muhammad terus menambah isteri untuk memenuhi haremnya — semuanya itu atas seijin Allah

Allah mengijinkan Muhammad untuk memilih sebanyak mungkin wanita untuk dijadikan isterinya (Surat 33 : 50-51). Sesudah Muhammad memperoleh isteri-isteri sebanyak yang telah dipilihnya itu, dia tidak diperbolehkan lagi mengawini perempuan lain dan tidak pula diperbolehkan untuk mengganti isteri-isterinya yang telah ada itu dengan menikahi perempuan lain, namun dia masih diperbolehkan mengawini budak-budak perempuan yang dimilikinya (Surat 33 : 52). Jadi kalau Muhammad ingin menambah penyedap dalam kehidupan seksualnya, dia harus melakukan penyerangan dan perampokan lagi agar dapat menawan wanita-wanita lain untuk dijadikan budak-budak seksualnya.

 

Aturan-Aturan untuk membuat seorang budak perempuan menjadi seorang “wanita terhormat”

Menurut Surat 4 : 25  M.M. Ali mencatat ada 3 aturan :

  1. Budak perempuan tersebut harus beriman Islam.
  2. Budak perempuan beriman tersebut harus dinikahi oleh laki-laki beriman yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka yang beriman.
  3. Budak perempuan beriman tersebut harus dinikahi oleh laki-laki beriman yang takut kalau-kalau dia akan jatuh ke dalam  dosa perzinahan jika dia tidak mengawini budak perempuan beriman yang cantik tersebut. 2

Sudah tentu, mayoritas umat Muslim tidak ingin mengganggu umat non-Muslim.

Tidak seperti nabi mereka, mereka tidak merampok rumah orang-orang lain, juga tidak mengeksploitasi tawanan-tawanan wanita untuk dijadikan budak-budak seks. Saya tidak menghendaki para pembaca ulasan tentang Alquran ini untuk berpendapat  bahwa umat Muslim harus dipersalahkan karena mereka mau disesatkan oleh nabi mereka dan Alquran.

 

Poligami dalam Alkitab ?

Beberapa orang terkemuka dalam Alkitab Perjanjian Lama misalnya Daud dan Salomo adalah poligamis. Kalau kita simak  II  Samuel  12 : 8 nampaknya seolah-olah Tuhan mendiamkan orang-orang terkemuka dalam  Perjanjian Lama melakukan poligami, padahal itu bukanlah hukum ilahi melainkan kata2 tajam dari nabi Natan yang sengit mengecam raja Daud. Natan menggunakan istilah umum yang dikala itu raja-baru dianggap mewarisi harem dari raja-lama, dan bukan  hukum sebagaimana yang ditegaskan oleh Yesus dalam Matius 19 : 4-5 : “Sejak semula Tuhan menciptakan manusia menjadi laki-laki dan perempuan ……… . Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging”. Dalam ayat tersebut jelas dikatakan keduanya itu menjadi satu, bukan ketiganya, keempatnya, atau kelimanya. Hal tersebut menegaskan bahwa seorang laki-laki hanya boleh memiliki satu isteri. Mengapa terjadi poligami dalam Alkitab Perjanjian Lama ? Menurut istilah Yesus hal tersebut terjadi karena ketegaran (kekerasan) hati mereka. Yesus mengatakan hal tersebut dalam kaitannya dengan konteks pembicaraan mengenai masalah perceraian sebagaimana tercantum dalam Markus 10 : 5.

Tuhan umat Yahudi dan Kristen mengambil satu tulang rusuk Adam untuk dijadikan Hawa (satu-satunya isteri Adam).  Tuhan umat Muslim mengijinkan seorang laki-laki memperisteri sampai 4 orang wanita ketika masih di dunia  dan sampai puluhan houris ketika sudah berada di firdaus. Alangkah malangnya nasib si Adam  karena habislah sudah semua tulang rusuknya. Yang jelas, dalam monogami kedudukan suami-isteri adalah sama dan sederajat.

 

Bagaimana Umat Muslim Membenarkan Perilaku Poligami Muhammad

Dalam kutipan sebelumnya dinyatakan bahwa Muhammad memang diijinkan Allah untuk mempunyai  banyak isteri.  M.M. Ali bahkan menambahkan alasan baru mengapa hal tersebut bisa terjadi. Dia menyatakan bahwa banyak di antara kaum pria pengikut Muhammad yang gugur di medan laga dengan meninggalkan isteri-isteri mereka menjadi janda. Para janda tersebut harus dilindungi dengan cara dinikahi oleh kaum pria pengikut Muhammad lainnya yang masih hidup. Itulah sebabnya Muhammad memberi peluang bagi poligami . Hanya satu hal yang tidak boleh dilakukan yaitu janda-janda Muhammad (kalau dia telah meninggal) tidak boleh dinikahi oleh pria Muslim lain (Surat 33:53 b). Lalu bagaimana dengan budak-budak perempuan yang dikawini oleh Muhammad ? Surat 4 : 3 juga memperbolehkan hal tersebut.

 

Muhammad dan Anak Mantu Perempuannya

Muhammad mempunyai seorang anak angkat laki-laki yang bernama Zaid  ibn  Haritha. Dia telah menikah dengan seorang wanita cantik yang sangat dicintainya yang bernama Zainab. Pada suatu hari Muhammad berkunjung ke rumah Zaid. Zaid  tidak ada di rumah waktu itu.  Mendengar suara ayah mertuanya memanggil nama suaminya, Zainab  segera  membukakan pintu. Ketika Muhammad melihat isteri Zaid tanpa mengenakan kerudungnya, dia sangat terpesona melihat kecantikan Zainab yang segera membangkitkan nafsu birahinya.

Singkat kata Muhammad kemudian minta kepada Zaid untuk menceraikan isterinya dan menyerahkannya kepada Muhammad. Sudah barang tentu Zaid dan Zainab menolak  permintaan semacam itu. Menghadapi penolakan Zaid dan isterinya tersebut, Muhammad kemudian menyatakan bahwa dia memperoleh wahyu dari Allah yang memerintahkan Zaid dan isterinya untuk memenuhi permintaan (ketetapan)  Muhammad itu. (Surat 33 : 36). Zaid dan isterinya tidak punya pilihan lain dalam hal ini, karena tak seorangpun dapat menolak perintah Muhammad (Alquran).3 Akhirnya Muhammad menikahi Zainab.   Lihat juga Surat 33 : 37. 4

 

PARA  WANITA SEBAGAI  OBYEK-OBYEK  SEKS

 

Perhatikan perintah Muhammad yang sangat mengejutkan ini: “Janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi” (Surat 24 : 33).

 

Apakah yang dimaksud oleh Muhammad dengan pernyataan tersebut di atas? Apakah dia bermaksud  mengatakan bahwa kalau budak-budak wanitamu tidak mempedulikan kesuciannya , kamu boleh memaksa mereka untuk melakukan pelacuran ? Alangkah mudahnya bagi majikan yang gasang untuk memaksa  seorang budaknya  untuk mengatakan bahwa  dia tidak mempedulikan kesuciannya, walaupun sesungguhnya sang budak sangat benci pada paksaan majikannya tersebut. Hal itu dilakukan oleh sang majikan karena dia hendak mencari keuntungan duniawi.

 

 

Catatan :

  1. Maulana Muhammad Ali, Quran (Columbus, OH: Lahore, Inc., USA, 1998), comment 535.
  2. Ibid., comment 561.
  3. Maxime Rodinson, Muhammad (New York: Pantheon Books, 1971), pp.. 204-208.

Sahih al-Bukhari, Translation of Sahih Bukhari (The Books of  Knowledge), trans. Mohammed Muhsin Khan, book 93, vol. 9, no. 516, University of Southern California, http:// www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals /hadithsunnah/ bukhari/059.sbt.html (diakses 25 Oktober 2002).

About siapmurtad

Siap memaparkan kesalahan alquran
This entry was posted in BUKU and tagged , , , . Bookmark the permalink.

8 Responses to Bab 5 POLIGAMI DAN NABI ISLAM

  1. Lodwick Dea says:

    Saya merasa bahwa tulisan ini adalah tulisan yang memprovokasi.Seharusnya yang dijadikan pegangan adalah TOLERANSI antar umat beragama.Tidak ada gunanya menulis seperti ini yang tidak jelas kebenarannya.Saya menghormati umat Muslim,Kristen,Hindu,Budha atau lainnya.Prinsip hidup beragama adalah TOLERANSI,menghormati satu sama lain.Apakah dengan menulis seperti ini lalu anda yakin bahwa anda dapat berkah?Tuhan itu adil,Tuhan itu cinta damai,dan akan sangat aneh bila kita mengakui Tuhan yang ESA tapi justru kita berupaya menimbulkan perselisihan.Hormatilah keyakinan orang lain.

  2. Simplehuman says:

    Memahami agama tidak hanya dengan logika semata, tapi juga dengan iman dan rasa yang halus. Kita tidak sepantasnya saling serang antar agama ataupun dalam satu agama. Semua agama baik karena berasal dari Tuhan semesta yang sama. Yang jahat adalah umatnya yang masih belum sempurna, seperti yg menulis artikel ini. Semoga Tuhan Yang Maha Esa mengampuni dosa-dosa kita semua, dan membimbing kembali ke jalan yang benar. Amien.

  3. Diecha says:

    Tulisan ini sudah sangat melanggar SARA,,tak sepantasnya kita sebagai umat beragama mengganggu ketentraman hidup agama lain.Salinglah hormat menghormati !
    Islam adalah agama yang lurus,agama yang lain adalah agama yang telah di buat-buat oleh manusia,,,

    KEEP ISTIQOMAH
    ALLAHUAKBAR !

  4. Omben says:

    Dlm hukum Taurat jelas disebutkan janganlah engkau mengingini istri sesamamu, jadi Allah SAW membatalkan hukum Taurat dg mengizinkan Mamad merebut istri Zaid. Allah SAW tunduk sama nafsu syahwat si Mamad….????

  5. herisulistiyo says:

    Apakah dengan tulisan itu ,…Anda berharap bahwa orang-orang yang mambaca tulisan Anda akan meninggalkan Islam dan pindah ke Agama yang Anda anut…?? Sayang Tulisan Anda mengandung unsur subyektifitas yang sangat tinggi, dangkal dalam mnenrjemahkan dan menafsirkan Ayat-ayat dalam Al-Quran,

  6. handoko says:

    nabi daud istrinya banyak, nabi sulaiman istrinya banyak, nabi isa belum sempat, kalau kau menghina muhamad karena istrinya banyak berarti kalian menghina nabi nabi bani israel.

  7. pemimpi says:

    muhamamd memang sangat hina sekali menjadi nabi untuk dirinya sendiri dan nabi untuk umat islam yg terus ditipu oleh pengajaran pengajran turun temurun yang menipu tetapi kami berdoa agar muslim dan muslimah terbebas dari pengajaran sesat ini

  8. menno says:

    Memang anda ini ajaran sesat kristen menurut aku ajaran sesat karna tuhan itu engak di lahirkan menjadi manusia…dari pada kamu nyembah usos mending nyembah aku saja,,,,,,,orang kristen itu terlalu dangkal ilmunya….coba kalian cari di internet antara berdebatan antara islam sama kristen sama sekali perdebatan itu engak ada yang mampu mengalahkan islamm…malah orang kristen berbondong2 memeluk agama islam….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s